elecodelospasos.net

Cara benar dalam berdemokrasi

Berdemokrasi Baik Dengan Stop Mencaci

Posted on February 4, 2020  in Blogging

Politik memang sudah pastinya berhubungan sekali dengan kata “Demokrasi”. Dimana didalamnya berhasil dalam mengiring dan juga mengotak-ngotakan sipa mendukung siapa. Demokrasi yang kita bangun ini seharusnya dilakukan dengan cara yang sesuai bukan malah di ciderai dengan sikap keangkuhan dan sikap saling menjelek-jelekan bahkan bisa cenderung untuk memfitnah kubu 1 dengan kubu lainnya. untuk membuat suatu demokrasi yang baik tanpa harus mencaci maki dll. Kalian bisa mengikuti dan bisa langsung menerapkannya dalam berdemokras yang membawa Indonesia lebih bermartabat, lebih maju, dan juga lebih makmur.

Terapkan Hal Ini Jika Ingin Berdemokrasi Baik

# Jangan Menyederai Demokrasi Dalam Hal Apapun

Upaya dalam memenangkan calon pasangan capres dan juga cawapresnya adalah sebagai sebuah konsekuensi atas cara berdemokrasi judi bola yang kita pilih untuk memilih pemimpin secara langsung. Namun dalam hal ini terkadang masih saja ada beberapa orang yang membuat demokrasi kisruh dengan saling menjelek-jelekan , saling menjatuhkan, saling memfitnah dan mendukung secara buta terkadang ada pada demokrasi di Indonesia ini.

Demokrasi ini biasanya bisa merusak fasilitas umum yang ada di negara ini karena saking fanaticnya. Bisa diambil contoh waktu RUU KUHP terdapat kerusuhan antara mahasiswa dengan anggota DPR dengan carea berdemokrasi penolakan terhadap RUU KUHP yang ada di Indonesia. Hal seperti inilah yang seharusnya di kontrol dengan baik agar tidak terjaid kekisruhan yang tidak melambangkan pedoman berdemokrasi kita pad asas pancasila.

# Jangan Menerapkan Kampanye Hitam

Selanjutnya jika demokrasi kalian ingin berjalan secara baik, jangan kalian melakukan hal semacam ini. walau memang sebagian bisa dianggap lumrah, namun dalam hal ini juga berbahaya dalam melakukan hal berdemokrasi. Banyak disini pihak yang masih belum untuk memahami akan adanya perbedaan diantara kampanye negatif dengan kampanye hitam yang masih ada peredarannya dalam dunia berdemokrasi ini. mungkin disini kita akan berikan sedikit ulasan perbedaan dari kedua kampanye yang masih di salah artikan oleh masyarakat kita dalam hal berdemokrasi.

Kampanye negatif merupakan cara yang akan dilakukan oleh lawan politik untuk mengungkapkan “ Fakta” negatif bagi lawan politiknya tersebut. lain lagi dengan kampanye hitam, dimana kampanye ini lebih pengupayaan terhadap fitnah yang bisa disebarkan kepada khalayak pemilih yang memang tidak tahu terbukti akan kebenarannya dan lebih cenderung mendiskriditkan lawan politik.

Nah, dua hal tersebut memang sama-sama merugikan bagi lawan politik masing-masing. Namun dalam hal ini kalian ahrus tegaskan lagi bahwa upaya menyajikan fakta meskipun negatif menjadi suatu hal penting untuk menakar reputasi serta rekam jejak dari pemimpoin yang akan kita pilih nantinya .

# Memilih Secara Objektif Tanpa Gelap Mata

Jika kalian ingin berdemokrasi dalam cara yang benar maka hindarilah hal semacam ini. sebagai contoh siapapun yang nanti bisa memenangkan pilpres kali ini, merupakan salah satu produk demokrasi yang telah kita sepakati secara bersama. Dengan begitu siapapun kalian yang nantinya memenangkan kontestasi mau atau tidak mau, rela atau tidak rela, kita juga harus menerima dia yang menang menjadi seorang pemimpin kita 5 tahun yang akan mendatang nantinya. Pada akhirnya siapapun yang akan memimpin negara ini, kita harus dukung dan pastinya harus menerima dengan lapang dada agar nantinya negara ini bisa maju.

Kita disini akan memilih yang namanya sosok pemimpin yang memikul amanah berat dari rakyat dan kita akan memilih pemimpin yang harus memiliki telinga yang lebih besar daripada mulut yang lebih dari pada hal tersebut. karena memang selayaknya pemimpin yang ideal itu adalah sosk pemimpin yang tegas, yang memiliki budi pekerti bagus, adanbya egaliter, dan harus mengerti keluh kesah rakyatnya serta tidak memiliki jarak terhadap rakyatnya.

Kita tidak membutuhkan pemimpin yang berjauhan terhadap rakyat, karena untuk apa ? dengan rakyat saja dia membatasi diri bagaimana dengan negara ini ? yang dimana seluruh hak juga berada pad tangan rakyat yang tinggal di negaranya ini. maka dari itu, ciptakan demokrasi positif tanpa memerdulikan omongan atau hasutan dari orang lain prihal kubu 1 menyerang kubu 2.

Laksanakan demokrasi secara baik-baik, dan buatlah negara ini maju dengan kedamaian antar warganya.