elecodelospasos.net

Cara benar dalam berdemokrasi

Month: September 2020

Menerapkan Demokrasi Dalam Pendidikan

Posted on September 15, 2020  in Blogging

Demokrasi merupakan salah satu asas yang diterapkan dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, banyak negara lain yang juga menerapkan prinsip ini untuk menjamin standar hidup yang baik bagi segenap masyarakatnya. Prinsip ini dibangun untuk menciptakan keadilan dan kesamarataan dalam segenap masyarakat besar, tanpa memandang akan perbedaan dari antara mereka. Tidak hanya berlaku dalam urusan bernegara saja, banyak peran demokrasi juga perlu untuk diterapkan dalam skala yang lebih kecil seperti kehidupan berkeluarga, menempuh pendidikan, berorganisasi, hingga bekerjasama dengan orang lain dalam sebuah aktivitas atau bekerja.

Salah satu hal penting yang perlu untuk diterapkan prinsip demokrasinya seperti dalam hal mendasar dari hidup. Aktivitas paling utama dari hidup manusia seperti keluarga maupun tempat pendidikan memberi peran penting bagi membangun karakter hidup banyak anak sejak usianya masih kecil. Meskipun banyak dari mereka yang belum mengenal akan banyak hal dalam hidup, namun dengan mengajarkan akan pentingnya beberapa hal seperti demokrasi sebagai salah satunya mendukung perkembangan hidup mereka agar menjadi pedoman hidup bagi masa depan mereka kelak saat dewasa.

Beberapa hal dapat dipertimbangkan untuk lakukan dalam kegiatan belajar mengajar di agen sbobet terpercaya dan sekolah. Selain menegaskan aturan yang baik bagi sosok guru yang dianggap sebagai teladan oleh para muridnya, hal ini juga menjadi pertimbangan baik untuk meningkatkan standar hidup dari para penerus bangsa. Seperti yang sudah diketahui bahwa manusia tidak dapat luput dari melakukan aneka kesalahan dalam hidupnya. Berikut beberapa hal yang dapat dipertimbangkan dalam mendidik anak untuk memegang teguh prinsip demokrasi yang dapat diteladani contohnya bagi para anak-anak pelajar dari sosok guru yang mendidiknya di sekolah. Selamat menyimak topik pembahasan akan demokrasi dalam dunia pendidikan ini.

Buat Anak Tersebut Menjadi Sosok Subjek

Semua kalangan manusia selalu ingin dianggap menjadi seorang manusia. Terutama saat usianya sudah beranjak dewasa, pribadi atau karakter lain yang juga memiliki peran dalam proses belajar maupun mengajar yang dilakukan kedua belah pihak. Salah satu hal yang dapat diterapkan seperti dengan membuka kesempatan bagi anak didik tersebut dalam menyampaikan pendapatnya sebagai cara pelengkap dalam menjawab pertanyaan. Dengan menggunakan teknik ini, seorang murid akan didorong cara berpikirnya untuk menjadi lebih aktif dan kreatif dalam memecahkan masalah.

Selain itu anak juga akan didorong untuk menjadi lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan suatu masalah atau mencari solusi yang perlu dilakukannya saat menghadapi suatu persoalan. Dengan mengusahakan agar masalah serupa tidak kembali dilakukan oleh anak tersebut mendorong tanggung jawab dalam diri para pelajar. Sehingga mereka akan lebih enggan untuk melakukan suatu hal. Ditambah lagi faktor kurang baik hingga kurang etisnya dilakukan suatu hal dalam dunia pendidikan membuat 

Belajar Berlapang Dada Menerima Kritik

Tentunya banyak orang tidak suka dalam menerima kritik. Sekalipun kritik itu dilakukan untuk tujuan yang baik seperti membangun karakter yang dikritik. Tapi selayaknya manusia yang hidup terus berkembang dan berusaha untuk menjadi lebih baik, tidak dapat luput dari kesalahan hingga kegagalan yang perlu dialami. Umumnya pihak yang lebih dewasa akan memiliki lebih banyak pengalaman dalam berjuang untuk mencapai keberhasilan dan kondisi yang terbaik. Para orang dewasa juga lebih memiliki banyak pengalaman sehingga tidak perlu lagi diajar akan hal-hal dasar yang sederhana.

Namun hal ini tidak menyatakan bahwa sosok orang dewasa yang lebih berusia lanjut akan selalu lebih baik dari mereka yang usianya lebih muda. Seringkali dalam beberapa kasus juga para kalangan orang dewasa ini tak luput dari kesalahan yang dilakukan. Sehingga dalam kondisi ini beberapa orang lain yang lebih muda dapat bersikap sebagai pihak yang menyadarkan akan kesalahan tersebut. Maka dari itu para sosok anak didik yang telah diajarkan bisa jadi sadar akan kesalahan tersebut. Sehingga mereka akan sontak menyatakan kesalahan yang dilakukan oleh gurunya kepada guru tersebut.

Hal ini merupakan bentuk kepolosan mereka yang merasa suatu hal yang benar dalam menyampaikan kesalahan tersebut. Anak kecil yang masih berusia muda umumnya belum banyak terpengaruh dengan watak orang yang negatif, dimana menginginkan suatu hal negatif untuk terjadi dalam hidup orang lain demi menjaga standar hidup yang baik bagi kepentingan mereka. Meskipun ungkapan teguran yang dilakukan oleh anak didik tidak selalu berarti hal yang pasti benar. Beberapa anak hanya mengutarakan hal tersebut sebagai bentuk rasa protesnya akan suatu hal.

Terapkan Prinsip Adil, Terbuka, Konsisten dan Bijaksana

Prinsip ini harus diterapkan secara terus menerus. Karena selain menjadi kewajiban dari sosok tenaga pendidik yang dijadikan contoh teladan oleh para muridnya, 4 hal ini merupakan sifat yang wajib dimiliki para guru. Salah satu contoh kasus dimana prinsip ini dapat diterapkan seperti dalam memberi hukuman bagi murid yang terbukti melakukan kesalahan. Tidak boleh ada perbedaan diantara para murid, apapun kondisi latar belakang dari kesalahannya maupun pihak anak yang melakukan kesalahan tersebut. Hanya karena ia anak yang lebih pintar atau lebih teratur dalam mengikuti segala peraturan yang ditetapkan di sekolah tidak membuatnya luput dari hukuman kecil saat ia melakukan pelanggaran tingkat yang ringan.

Hindari Ucapan Caci Maki Atau Memarahi Murid

Semua kalangan manusia tidak ada yang suka untuk dirinya dihina atau direndahkan sosok lain. Terutama jika hal tersebut dilakukan di depan para teman-temannya. Hal ini dapat membuat harga dirinya menjadi rendah dan tidak jarang juga sering membuat harga dirinya jatuh. Maka dari itu tindakan yang harus dilakukan oleh guru sangat berperan besar bagi mendidik karakter anak. Jika seorang guru memarahi anak didiknya dalam suara yang sangat lantang hingga sampai membentak bahkan memukul anak tersebut. Hal ini dapat mempengaruhi faktor psikis dari anak tersebut.

Bahkan beberapa anak lain dapat mencontohnya untuk dilakukan kepada teman di sekolahnya saat terjadi masalah di antara mereka. Berikut seputar informasi akan hal-hal yang harus dilakukan dan dihindari dari mendidik anak di sekolah yang perlu diperhatikan oleh para kalangan pengajar. Semoga informasi ini membantu dalam mengingatkan kembali hal-hal yang harus dilakukan dalam mengajar anak didik secara baik dan benar.

, ,

[Top]

Month: September 2020

Cara Mendidik Anak Dalam Berdemokrasi

Posted on September 14, 2020  in Blogging

Demokrasi merupakan salah satu istilah untuk menyatakan kebebasan dalam berbagai hal. Salah satu aspek yang sering mengalami demokrasi seperti contohnya dalam aturan hidup sebagai warga negara, serta kebebasan untuk hidup serta melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan hidup. Untuk contoh seperti di Indonesia maupun beberapa negara lainnya yang mengutamakan akan faktor kebebasan bagi kalangan masyarakatnya, peran demokrasi memberi dampak besar bagi setiap kebijakan yang diterapkan. Bahkan selain sebagai faktor bernegara, di masa kini banyak orang menjadi lebih aktif dalam mengutamakan hak mengenai kebebasan dirinya. Sehingga metode ini mulai perlahan-lahan turut serta diajarkan kepada kalangan anak sejak usia dini.

Bagi kalangan aspek paling utama dalam hidup, keluarga tentu banyak memberi dampak bagi peran ini bagi mempersiapkan masa depan anaknya. Hal yang sebaiknya dilakukan dalam mendukung pemahaman anak akan pentingnya demokrasi tidak harus selalu berkisar hal-hal yang rumit. Sehingga akibatnya banyak orang tua menganggap hal ini baru perlu diajarkan kepada anak saat usianya telah cukup dewasa. Padahal sebenarnya pemahaman akan demokrasi ini dapat dimulai dari aktivitas sederhana seperti yang dialami sehari-hari. Seperti aneka macam hal dan perlakukan yang penting untuk dilakukan bagi anggota dari keluarga tersebut sebagai wujud saling menghargai dan membangun satu sama lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Tidak hanya hal-hal yang perlu dilakukan atau dikerjakan saja. Ada banyak juga hal yang perlu dihindari dalam mendidik cara berdemokrasi bagi anak. Seperti yang telah diketahui bahwa demokrasi itu bermakna sebagai kesamarataan dan kebebasan bagi seluruh orang untuk dapat bertindak. Dengan menanamkan pengertian ini sejak usia dininya, anak akan teringat untuk selalu bersikap adil dan tidak membeda-bedakan orang lain di sekelilingnya. Sehingga juga muncul rasa kepercayaan dan keterbukaan akan orang lain dalam hal yang positif. Maka dari itu untuk dapat mengetahui informasi lebih lanjut mengenai hal ini, mari kita simak topik pembahasannya yang dijelaskan pada artikel di bawah ini.

Beri Pengertian yang Tepat

Para anak tentunya harus selalu dididik dan ingatkan dalam segala hal. Terutama di usianya yang masih kecil banyak dari antara mereka yang seringkali tidak sengaja kerap mengulang kesalahan dengan melakukan aktivitas yang seharusnya tidak dikerjakan. Tidak dapat dipungkiri setiap anak akan melakukan hal-hal yang menjengkelkan bagi para orang tuanya. Beberapa orang tua menganggap hal ini sangat lumrah dilakukan anak-anak, sehingga mereka cenderung mengabaikannya. Padahal hal ini harus ditangani secara serius untuk menyadarkan kepada para kalangan anak tersebut akan kesalahan yang telah diperbuatnya.

Saat anak tersebut juga berusaha menyampaikan pendapat maupun pembelaan, juga jangan langsung menentang perlawanan dari anak tersebut. Karena pada dasarnya ia hanya tidak mau dianggap telah melakukan kesalahan bahkan sampai dihukum. Dalam hal ini pihak orang tua harus mengajarkan cara pandang yang baik kepada kalangan anak-anak tersebut agar mengetahui hal yang ingin disampaikan orang tua secara tepat. Hal ini mendapat pengaruh dari perubahan yang dialami akibat beberapa faktor seperti perkembangan zaman serta perbedaan antar generasi di antara kalangan orang tua dan anaknya.

Mendengarkan Dengan Melakukan Kontak Mata

Sekalipun berhadapan dengan anak yang usianya masih kecil, setiap pembicaraan maupun hal-hal yang dibahas harus dilakukan sambil saling berpandangan. Hal ini bukan untuk dianggap sebagai suatu hal yang canggung di antara orang tua dan anaknya. Namun semata-mata untuk mendorong rasa percaya dan saling menghargai di antara keduanya. Ditambah dengan faktor ekspresi yang mendukung secara kuat, maka usahakan untuk selalu serius dan tidak terkesan menanggapi perkataan atau tingkah laku anak sebagai suatu bahan tertawaan sekalipun pendapat anak tersebut agak sedikit terlalu lugu untuk kondisi yang terjadi di masa modern kini.

Sikap orangtua yang seperti menertawakan keluguan anak dapat ditangkapnya seperti sedang meremehkan anak tersebut. Hingga di skala paling parahnya dapat membuat para anak menjadi tidak percaya atau menghargai orangtua yang dirasa telah merendahkan mereka terlebih dahulu. Bahkan dalam kasus terparah yang dihasilkan rasa kebencian akan sosok orang tuanya dapat bertumbuh di hati dan pikiran anak tersebut, yang perlahan-lahan terus ditimbunnya sampai ia dewasa.

Beri Kesempatan Menjelaskan Sebelum Diberi Hukuman 

Sudah sangat wajar bagi orangtua untuk mengajar anaknya dan memberi hukuman kepada mereka jika dirasa salah. Namun akan lebih baik bila saat seorang anak melakukan kesalahan maka ditemukan inti permasalahannya terlebih dahulu. Dengan melakukan hal ini, anak tersebut dapat belajar akan kesalahannya dan tentu diharapkan untuk tidak mengulang permasalahan itu lagi di masa depan. Metode ini juga menjadi lebih bermanfaat dalam pola mendidik anak tersebut agak memiliki karakter yang lebih baik. Pola pendidikan karakter ini dianggap sebagai suatu hal yang positif karena anak tersebut akan merasa lebih didukung oleh orangtuanya dalam memiliki karakter yang baik, yang disertai dengan sejumlah manfaat utama seperti untuk kebaikan bagi mereka sendiri.

Metode penghukuman yang bisa dipilih juga sebaiknya dalam hukuman non verbal seperti pengurangan uang jajan, tidak membelikan barang yang diinginkan, tidak memberi hiburan seperti menonton bioskop atau bermain bagi anak tersebut yang dapat dilakukan hanya untuk membuatnya menyesal dan sedikit jera dalam melakukan tindakan yang salah. Jangan pernah menerapkan prinsip penghukuman yang membuatnya menderita secara fisik karena dapat mempengaruhi alam mental bawah sadar dari anak tersebut. Dalam jangka waktu panjang juga metode penghukuman ini dapat berdampak ke memupuk rasa benci dari anak tersebut kepada orang tua hingga sosok orang tua lain dalam hidupnya.

Hindari Kalimat Perintah yang Berintonasi Keras

Tentu banyak orang tidak suka untuk diperintah untuk melakukan suatu hal. Sekalipun jika perintah itu bertujuan untuk kebaikan bagi diri mereka. Sama halnya dengan anak, mereka akan lebih merasa nyaman untuk melakukan segala sesuatu jika pengucapan ‘perintah’ tersebut dilontarkan dalam kalimat minta tolong. Prinsip bahu-membahu dan tolong-menolong sudah ada di benak banyak orang. Dengan menyuruh anak tersebut untuk mengerjakan suatu hal dengan tambahan kalimat ‘tolong’ atau kalimat ajakan untuk membantu orang tua dalam melakukan suatu hal akan membuat mereka dapat berpikir dirinya sebagai sosok yang berharga dan memiliki peran dalam keluarga.

Sehingga jika diminta untuk melakukan hal tersebut atau menghindari tingkah laku tertentu yang kurang baik, dapat membuat mereka merasa lebih dihargai dan dianggap telah cukup dewasa untuk dipercayakan tanggung jawab dalam hidupnya. Demikianlah gambaran dari cara mendidik anak dalam berdemokrasi secara baik dan sesuai. Diharapkan pembahasan artikel ini dapat bermanfaat, memberi wawasan yang membangun serta bermanfaat untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anda. Sampai bertemu di lain waktu dalam topik pembahasan seputar hal-hal lainnya.

, ,

[Top]