elecodelospasos.net

Cara benar dalam berdemokrasi

Negara Teratas Dalam Demokrasi Dunia

Posted on October 2, 2020  in demokrasi

Media ternama yang ada di Amerika Serikat, The Economist, adalah media yang merilis Indeks Demokrasi Dunia yang ada pada Tahun 2017 yaitu pada 30 Januari tahun 2018. Indeks tersebut merupakan sebuah proyek yang ada di dalam salah satu sayap lembaga think-tank atau media tersebut yang bernama The Economist Intelligence Unit (EIU). Indeks tersebut yang berhasil untuk dapat memaparkan tentang sebuah penilaian keberlangsungan demokrasi pada setiap negara yang ada di dunia. Yang diukur dengan menggunakan lima variabel penilaian yang ada. Lima dari variabel penilaian indeks tersebut adalah demokrasi yang meliputi sebuah proses elektoral dan pluralisme, keberfungsian pemerintah, partisipasi politik, kultur politik dan keberhasilan sipil dari suatu negara. Negara-negara tersebut adalah negara yang mendapat predikat sistem demokrasi terbaik yang ada di dunia. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Apakah masuk ke jajaran negara-negara dengan sistem demokrasi terbaik di Dunia?

Negara Teratas Dalam Demokrasi Dunia

Hasil dari sebuah penilaian yang diukur dari kelima variabel tersebut nantinya akan dapat menghasilkan beberapa skor rata-rata yang nantinya akan dijadikan sebagai sebuah tolak ukur penetapan dari sebuah peringkat indeks. Mereka yang duduk pada peringkat 19 teratas dalam indeks tersebut juga dikategorikan oleh EIU The Economist sebagai sebuah negara dengan sistem pemerintahan yang menerapkan sebuah sistem demokrasi yang ada secara penuh. Dari total 167 negara yang tercantum dalam Indeks Demokrasi Dunia yang ada pada tahun 2017 versi dari Economist, berikut ini adalah negara yang paling demokratis di dunia.

Denmark

Kebebasan atas sebuah hak individu merupakan sebuah komponen utama yang menjadikan negara ini berada di peringkat 5 tertinggi dalam indeks EIU The Economist dengan skor 9,22 dari skor sempurna yaitu 10,00. Denmark juga merupakan salah satu negara yang memiliki sebuah skor tinggi yang ada dalam kesetaraan gender di berbagai aspek kehidupan manusia.

Seperti dari ekonomi, sosial, dan juga politik. Dan tak hanya itu negara ini adalah negara yang memiliki asas transparansi yang tinggi yang diterapkan oleh setiap lembaga pemerintahan dan parlemen untuk tururut menjadi salah satu sumbangsih.

Selandia Baru

Sejumlah aspek yang ada dan kemudian membuat negara tersebut sebagai negara yang duduk di peringkat 4 dalam indeks EIU The Economist yaitu adalah toleransi atas semua keberagaman yang tinggi di negara Selandia Baru. Dari segi kesetaraan gender tersebut, Selandia baru menjadi salah satu negara yang melibatkan perempuan untuk dapat terlibat dalam proses pemungutan suara yang ada pada setiap pemilu.

Penanganan baik yang sudah dilakukan pemerintah terhadap kelompok masyarakat asli juga menjadi sebuah aspek yang harus diapresiasi. Di negara ini keberfungsian pemerintah yang mempunk menjadi terwakilkan oleh kelompok masyarakat minoritas di dalam pemerintahan dan parlemen.Merupakan sebuah hal positif yang juga turut menjadi salah satu dari sumbangsih hal tersebut. Dalam indek tersebut, Selandia Baru adalah salah satu negara yang memiliki skor 9,26 dari skor yang sempurna.

Swedia

Seperti yang telah dikutip dari The Economist, Swedia ternyata memiliki skor 9,39 dan duduk pada peringkat 3 dalam indeks negara paling demokratis. Media AS juga mencatat, variabel proses elektoral dan pluralisme” negara sosialis tersebut memiliki sejumlah skor 9,58. Sementara, variabel yang berfungsi untuk pemerintahan” Swedia yang memiliki skor yaitu 9,64. Sebuah catatan positif yang juga muncul pada sebuah aspek kultur politik yang ada di Swedia yang kemudian menorehkan skor yang sangat sempurna.

Islandia

Selanjutnya negara yang satu ini juga merupakan negara terbaik dengan sistem demokrasi di dunia. Seperti pada kebanyakan negara yang ada di rumpun Nordik lainnya, Islandia adalah sebuah negara yang duduk di peringkat kedua indeks dengan skor 9,5. Negara tersebut adalah sebuah negara yang memiliki komitmen kuat pada sebuah kesetaraan sosial dan juga pada sebuah prinsip ‘memanusiakan manusia’ yang begitu komprehensif di berbagai macam lini kehidupan. Perempuan yang berhasil terwakili dengan baik di politik, masyarakat yang begitu antusias dan juga kemudian terlibat aktif dalam sebuah kehidupan berdemokrasi, dan sebuah kebebasan dijamin sangat baik oleh hukum.

Australia

Sebagai negara terbesar ke-55 di dunia dalam hal populasi, Australia juga ternyata menjadi salah satu negara yang merupakan negara terpadat di Oseania. Tiga kali lebih padat dari tetangganya, yaitu Papua Nugini (8,2 juta) dan 5 kali lebih padat juga dari Selandia Baru yang memiliki populasi (4,5 juta). Sebagai negara terbesar yang ke-6 di dunia, Australia memiliki kepadatan penduduk yang sangat rendah, yaitu hanya 3 orang per kilometer persegi, atau sama halnya dengan 7 per mil persegi. Ini menjadikannya Australia adalah salah satu negara dengan populasi paling sedikit di dunia. Beberapa kota yang bagian Australia bahkan berpenduduk kurang padat. Seperti yang ada di wilayah Utara, setiap kilometer persegi menampung hanya 0,2 orang. Sebagian besar populasi Australia terkonsentrasi oleh wilayah sekitar pesisir.

Norwegia

Seperti yang dikutip oleh The Economist menuliskan bahwa negara Norwegia adalah negara yang duduk dalam peringkat pertama dengan skor 9,87. Negara ini memiliki sebuah komitmen kuat yang ada terhadap demokrasi, bahkan, layak menyebut bahwa dirinya sebagai negara yang secara penuh menerapkan sebuah prinsip demokrasi’. Penyebabnya yaitu adalah; tingkat dari partisipasi politik yang sangat tinggi, dan juga keterlibatan aktif dari masyarakat yang ada di dalam kehidupan yang berdemokrasi, serta penjaminan serta mumpuni atas setiap aspek hak asasi manusia dan seluruh warga.

Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia ternyata bertengger di posisi 68 dan tergolong dalam kategori negara dengan demokrasi yang cacat atau flawed democracies (rentang 20 – 76). Seperti yang dikutip juga dari The Economist Indonesia yang memiliki skor rata-rata yaitu 6,39.Media AS tersebut juga mencatat, variabel proses elektoral dan pluralisme yang ada di Indonesia memiliki skor 6,92. Sementara, untuk variabel keberfungsian pemerintahan yang ada di Indonesia memiliki sejumlah skor yaitu 7,14 — merupakan skor tertinggi dari total lima variabel dalam penilaian. Sementara itu variabel partisipasi politik atau kultur politik serta kebebasan sipil Indonesia yang memiliki sejumlah skor 6,67 5,63 dan 5,59.

 

The Economist yang menyebut bahwa posisi Indonesia berada dalam indeks tersebut dan sangat merosot tajam. Karena ada 20 puluh peringkat dari sebuah penghitungan sejak tahun 2016 menjadi sebuah noktah hitam tentang keberlangsungan demokrasi yang ada di Tanah Air. Penyebab dari sebuah kemerosotan tersebut kemudian menurut The Economist, dipicu oleh “Dinamika politik yang berlangsung pada Pilkada DKI Jakarta 2017, isu seputar mantan Gubernur DKI Jakarta yaitu Basuki Tjahaja Purnama, serta bangkitnya gerakan sosial-masyarakat yang berbasis keagamaan.

 

Itulah beberapa negara dengan sistem demokrasi terbaik yang ada di dunia. Ternyata negara Indonesia adalah negara yang memiliki sistem demokrasi yang cacat. Hal ini bukan tanpa alasan mengingat politik yang ada di Indonesia adalah sebuah hal yang bisa dibumbui oleh segala macamnya. Semoga Indonesia bisa menjadi negara yang menganut sistem demokrasi yang baik bagi warganya. Indonesia sendiri berada di urutan

, ,