elecodelospasos.net

Cara benar dalam Bermain Judi Online

Tag: Fakta demokrasi

Fakta Mengejutkan Sistem Demokrasi di Yunani Kuno

Posted on April 21, 2021  in demokrasi

Seperti yang kita ketahui, masyarakat modern sangat erat dengan sistem demokrasinya. Demokrasi, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu demos yang artinya rakyat dan kratos yang artinya kekuasaan, berarti kalau digabungkan menjadi kekuasaan rakyat. Istilah yang satu ini yang menjadi alasan kenapa orang-orang mengutip Yunani kuno, khususnya itu Athena, sebagai pewaris dari sistem demokrasi kepada dunia.

Namun pada kenyataannya, sistem demokrasi modern justru lebih dekat pada tradisi dari negara Inggris dari pada Yunani kuno. Mengapa seperti itu kira-kira? Mari kita simak penjelasan mengenai fakta demokrasi di Yunani kuno. Berikut diantaranya.

 

Yunani kuno Sebelum Era Demokrasi

Sebelum era demokrasi, Yunani kuno adalah peradaban yang sedikit “barbar.” Tak heran kalau pertikaian berdarah sering digunakan untuk menyelesaikan perselisihan pada saat itu.  Baru sekitar abad ke-5 SM, sang bapak tragedi Yunani, Aeschylus, membuat trilogi drama Oresteia – Agamemnon, The Libation Bearers, dan The Eumenides yang menggambarkan kelahiran demokrasi di Yunani. Namun, banyak juga yang menganggap kalau drama itu hanya dibuat sebagai alat propaganda untuk menunjukkan superioritas hukum, konstitusi ala Athena, dan sistem pengadilan yang “adil” di Yunani.

 

Kekaisaran “Demokratik” Pertama

Sebagian besar orang sering menyebut Athena sebagai tempat lahirnya demokrasi. Pada kenyataannya, Kekaisaran Athena, yang secara resmi disebut Liga Delos, dianggap tidak lebih dari konfederasi polis yang pro-Athena. Melansir dari Ancient History Encyclopedia, Liga Delos didirikan dua tahun setelah kemenangan Yunani atas Persia di Salamis pada 480 SM. Bisa dibilang kalau mereka semua bersatu untuk memukul mundur Persia dari wilayah Yunani. Pada puncak kejayaannya, sekitar 200 polis atau negara-kota masuk ke dalam liga tersebut. 

7 Fakta Mengejutkan tentang Sistem Demokrasi di Yunani Kuno

Setelah Perang Yunani-Persia berakhir, Athena menggunakan liga itu untuk memperluas kekuasaannya di Mediterania. Pada akhirnya, Liga Delian dijadikan alat untuk menjatuhkan saingan terbesar Athena di Yunani, Sparta, dalam Perang Peloponnesos.

 

Hanya Terbatas pada Kalangan Tertentu Saja

Kaum bangsawan Athena tidak pernah menyukai sistem hoi polloi. Sayangnya, sentimen mereka terhadap kaum “rendahan” malah diteruskan oleh bangsawan Romawi dan para perumus konstitusi Amerika Serikat. Menurut History, pada awalnya sebagian besar pemilik suara dalam sistem demokrasi di Athena hanyalah para perwira militer saja.

Maestro A7: November 2018

Setelah reformasi dari Solon, semua pria di atas usia 20 tahun dapat ikut dalam pemilihan umum. Secara kasar, 10 persen dari keseluruhan populasi Athena bisa ikut serta dalam iklim demokrasi Athena. Dua demografi terbesar Athena wanita dan budak tidak mendapatkan hak untuk memilih. Demokrasi Athena juga terbatas, di mana hanya warga Athena sepenuhnya yang dapat memberikan suara. Ini berarti seseorang yang memiliki ibu atau ayah non-Athena tidak memiliki suara untuk memilih.

 

Demokrasi ala Sparta

Sebagian besar orang hanya tahu kalau Athena adalah satu-satunya polis di Yunani kuno yang menerapkan demokrasi. Nyatanya, polis saingan Athena, yaitu Sparta, justru menjadi polis pertama yang menerapkan demokrasi. Lama dipandang sebagai polis militer dan dianggap berseberangan dengan iklim demokrasi Athena, pemerintah Sparta justru menetapkan konstitusi demokratis pertama dalam sejarah dunia. Perbedaan utama antara demokrasi keduanya adalah posisi monarki. Sementara Athena tidak memiliki monarki, konstitusi Sparta justru mempertahankan monarki tetapi membatasi kekuasaannya. Meski rezim militernya seringkali brutal, belum lagi sistem perbudakannya yang kejam, Sparta tetap menjadi polis pertama yang menerapkan demokrasi partisipatoris pertama di daratan Yunani. Selain kedua polis tersebut, polis Yunani lainnya yang juga menerapkan demokrasi adalah Argos dan Rhodes. 

 

Demokrasi di Luar Yunani

Demokrasi bukanlah sistem eksklusif yang dimiliki oleh polis-polis Yunani saja. Di Sisilia, tepatnya di Kota Syracuse, sebuah sistem pemerintahan yang demokratis lahir setelah perang saudara di sana berakhir. Selain itu, Kota Metapontum yang berada di utara Italia juga menerapkan demokrasi.

Bahkan, bisa dibilang kalau Metapontum adalah “negara” pertama yang menerapkan sistem tersebut. Tidak lama setelah keruntuhan Athena, Metapontum mendukung Hannibal selama Perang Punisia Kedua demi mempertahankan kemerdekaannya dari Republik Romawi.

 

Tiran di Dalam Demokrasi

Sebagian besar orang melihat tiran sebagai kebalikan dari sistem demokrasi. Lagipula, para tiran paling terkenal di abad ke-20 terkenal anti-demokrasi, entah itu komunis seperti Joseph Stalin dan Pol Pot atau fasis seperti Benito Mussolini dan Adolf Hitler. Namun, sejarah revisionis semacam itu telah membutakan kita terhadap fakta kalau para tiran dan demagog ini justru sering “membantu” sistem demokrasi. Hal ini pernah terjadi di Yunani kuno, ketika seorang tiran bernama Solon mereformasi sistem hukum Athena pada abad ke-6 SM.

7 Fakta Mengejutkan tentang Sistem Demokrasi di Yunani Kuno

Pada saat itu, Solon memperkenalkan liberalisasi hukum perbudakan (yang membebaskan banyak budak), mencoba menyeimbangkan kembali kekuatan politik antara bangsawan dan penduduk miskin, dan menciptakan sistem kelas baru di Athena berdasarkan pendapatan yang diperoleh. Dia melakukan semua ini dengan amanat dari rakyat Athena. Reformasi besar Solon lainnya adalah pembentukan boule, sebuah dewan yang terdiri dari 400 orang Athena. Selain Solon, tiran demokratik lainnya adalah Peisistratos yang memperjuangkan kelas bawah Athena. Tentunya, kalian dapat melihat bayangan awal dari demokrasi yang dibalut populisme dalam kasus Solon dan Peisistratos.

 

Demokrasi di Yunani Kuno Hanya Bertahan Sebentar Saja

Untuk semua pujian yang telah diberikan pada Athena kuno, nyatanya ” zaman keemasan demokrasi” di Yunani hanya berlangsung sebentar saja. Kurang lebih, demokrasi Athena mencapai puncaknya antara 480 dan 404 SM. Selama waktu itu, Athena adalah penguasa Yunani yang tak terbantahkan, dengan wilayah koloni hingga Spanyol dan Krimea.

Tak hanya itu, Athena juga menjadi polis yang paling makmur dalam hal kekayaan aktual dan prestise budayanya. Athena juga menjadi rumah bagi penyair, penulis drama, dan filsuf hebat. Di antara tokoh-tokoh tersebut adalah Sophocles, Plato, Socrates, Euripides, dan Aristophanes. Athena juga dapat membanggakan kehebatan teknik arsitektur mereka, yang terlihat pada Kuil Zeus atau Acropolis. Sayangnya, “zaman keemasan” ini harus berakhir karena keangkuhan Athena sendiri.

Pertama, akibat kekalahan Athena atas Sparta di Perang Peloponnesos. Selanjutnya, setelah pemberontakan yang meluas melawan pemerintahan baru Sparta, Athena kembali menikmati “kehidupan kedua” sebagai entitas terkuat di Yunani. Namun, hal ini tidak berlangsung lama. Setelah Alcibiades gagal menginvasi Sisilia, Angkatan Laut Athena hancur dan tidak pernah pulih lagi sejak saat itu. Pada abad ke-4 SM, Kerajaan Makedonia berhasil menaklukkan sebagian besar Yunani dan akhirnya menyebarkan kebudayaan Hellenisme di benua Eropa, Afrika, dan Asia.

 

Ada demokrasi lain di dalam dan di luar Yunani

Selama Antiquity, Yunani terdiri dari sekitar negara-kota dan komunitas 1,000. Beberapa monarki, seperti Makedonia di utara, dan beberapa oligarki atau bahkan pemerintahan konstitusional. Yang lain memiliki demokrasi yang lebih atau kurang moderat seperti di Athena. Beberapa catatan sejarah menunjukkan negara-kota lain memiliki rezim demokratis, seperti di Argos (meskipun berumur pendek), Megara, Corinth, atau bahkan di Rhodes. Namun, dalam kasus Rhodes, sejarah panjang penaklukan dan aliansi malangnya menyebabkan penurunan demokrasi. Di luar Yunani, ‘koloni’ Yunani lainnya seperti Syracuse di Sisilia atau di Metapontum, di selatan Italia beroperasi di bawah demokrasi.

, , ,

[Top]

Tag: Fakta demokrasi

Fakta Soal Demokrasi yang Wajib Dipahami

Posted on November 25, 2020  in demokrasi

Hari Demokrasi Internasional akan diperingati setiap tanggal 15 September. Demokrasi yang diharapkan dapat menjadi sebuah kenyataan yang dinikmati oleh semua orang di mana saja. Elemen penting dari demokrasi sendiri adalah menghargai hak asasi sesama manusia.

Hari Demokrasi Internasional yang diharapkan dapat menjadi sebuah waktu untuk mengingatkan kembali pentingnya sebuah demokrasi untuk diterapkan semua negara di dunia ini. Demokrasi sendiri bukan hanya sekedar tujuan saja, tetapi lebih pada sebuah proses yang didukung oleh sebuah komunitas internasional, badan pemerintah, masyarakat dan juga individu.

Fakta Soal Demokrasi yang Wajib Dipahami

Indonesia termasuk sebagai salah satu dari negara demokrasi, karena setiap warga negara memiliki sebuah hak yang sama untuk dapat mengambil berbagai macam keputusan untuk dapat memilih pemimpin. Satu orang satu suara, baik kaya maupun juga miskin. Bagaimana sejarah demokrasi, cirinya dan juga perkembangannya sampai sekarang ini ? Berikut ini adalah beberapa fakta tentang demokrasi.

Muncul dari Filsafat Yunani

Kurt A’Raf sub, Josiah Ober dan juga Robert W Wallace dalam bukunya yang berjudul Origin of Democracy in Ancient Greece, menyebutkan sebuah kata demokrasi yang pertama kali muncul pada mazhab politik dan juga pada filsafat Yunani kuno yang ada di negara di Athena. Dipimpin oleh Cleisthenes, warga Athena yang kemudian mendirikan negara yang dianggap sebagai negara demokrasi pertama pada tahun 508-507 SM. Cleisthenes disebut sebagai Bapak Demokrasi dari Athena.

Demokrasi Athena berbentuk seperti demokrasi langsung dan demokrasinya memiliki dua ciri utama, yaitu pemilihan acak warga biasa untuk dapat mengisi jabatan di administratif dan yudisial di dalam sistem pemerintahan. Majelis legislatif yang terdiri dari semua warga Athena. Semua warga negara yang sudah memenuhi ketentuan boleh berbicara dan memberi suara di dalam majelis, sehingga terciptanya sebuah hukum di negara-kota tersebut.

Polis sendiri merupakan salah satu negara kota yang otonom dan merupakan ciri khas dari peradaban Yunani kuno. Demokrasi nampak pada polis Athena satu dari banyak polis yang ada di Yunani yang kerap kali dianggap sebagai pusat keilmuan.

Demokrasi Di Eropa

Setelah abad pertengahan (15-17 M) lahirlah negara-negara monarki. Raja memerintah secara absolut berdasarkan dengan konsep hak suci raja (divine right of kings). Sistem dari monarki absolut kemudian dirasa tidak jauh berbeda jauh dengan sistem Vassal (budak) dan juga Lord (tuan) yang kemudian memunculkan sebuah kecaman terhadap gagasan absolutisme. Kecaman tersebut mendapat sebuah dukungan kuat dari golongan menengah atau kaum middle class dan berujung pada pendobrakan kedudukan dari raja.

Negara Demokrasi Pertama

Buku The French Revolution II dalam Mars.wnec.edu juga menyebutkan bangsa yang pertama dalam sejarah modern mengadopsi konstitusi demokrasi adalah Republik Korsika di tahun 1755. Konstitusi Korsika didasarkan pada sebuah prinsip-prinsip Pencerahan dan juga sudah mengizinkan hak suara wanita, hak yang pada saat itu baru diberikan di negara demokrasi lain pada abad ke-20. Tahun 1789, Prancis yang saat itu pasca-Revolusi mengadopsi Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara dan juga Konvensi Nasional dipilih oleh semua warga negara pada tahun 1792

Penetapan hak suara pria secara universal di Perancis tahun 1848 adalah sebuah peristiwa penting yang ada di dalam sejarah demokrasi. Tahun 1848, French National Assembly dalam Désormais le bulletin de vote doit fosil juga menyebutkan sebuah hak suara pria universal ditetapkan di Prancis pada Maret 1848 setelah Revolusi Prancis yang terjadi tahun 1848.

Prinsip-prinsip Demokrasi

Dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Kewarganegaraan : Membangun Warga Negara yang Demokratis, Aim Abdulkarim menyebutkan sejumlah prinsip-prinsip tentang prinsip demokrasi, yaitu sebuah kedaulatan rakyat, pemerintahan berdasarkan dengan persetujuan dari yang diperintah, kekuasaan mayoritas, hak-hak minoritas, jaminan untuk hak asasi manusia dan pemilihan yang bebas adil dan juga jujur. Bersamaan di depan hukum, proses hukum yang wajar, pembahasan pemerintah secara konstitusional, pluralisme sosial, ekonomi dan juga politik, serta nilai-nilai terhadap toleransi, pragmatisme, kerjasama secara mufakat.

Asas Pokok Demokrasi

Sementara itu, Dalam Bukunya Pendidikan Kewarganegaraan, Yudhistira Ghalia Indonesia menjelaskan tentang sebuah gagasan pokok dasar yang ada di suatu pemerintahan demokrasi adalah bentuk dari pengakuan hakikat manusia. Yang pada dasarnya manusia sendiri mempunyai sebuah kemampuan yang sama di dalam sebuah hubungan sosial.

Berdasarkan dengan gagasan dasar tersebut, terdapat dua gagasan asas pokok demokrasi. Yang pertama adalah pengakuan dari partisipasi rakyat di dalam sebuah pemerintahan, misalnya saha pemilihan dari wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan secara langsung, umum, bebas, rahasia jujur dan adil. Kedua, pengakuan hakikat dan juga martabat manusia, misalnya adanya tindakan pemerintah untuk dapat melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama.

Ciri-ciri Demokrasi

Ciri-ciri pemerintahan demokratis meliputi warga negara atau rakyat yang terlibat dalam sebuah pengambilan keputusan politik. Baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung atau disebut dengan (perwakilan). Adanya sebuah pengakuan atau sebuah penghargaan, dan perlindungan terhadap hak-hak asasi rakyat (warga negara). Hak bagi seluruh warga negara dalam segala macam bidang sama. Negara memiliki sebuah lembaga peradilan dan juga sebuah lembaga kekuasaan kehakiman yang tentunya lebih independen sebagai sebuah alat penegak hukum.

Ada sebuah pengakuan kebebasan dan juga kemerdekaan bagi seluruh warga negara. Pers atau media massa bebas untuk dapat menyampaikan sebuah informasi dan mengontrol perilaku kebijakan pemerintah. Negara menggelar sebuah pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang nantinya akan duduk di dalam lembaga perwakilan rakyat.

Pemilihan umum tersebut dilangsungkan dengan asas bebas, jujur, adil untuk dapat menentukan ataupun juga memilih pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga dari perwakilan rakyat. Ada pengakuan terhadap perbedaan dari keragaman suku, agama, golongan, dan juga sebagainya.

Demokrasi Indonesia

Salah satu negara yang masih menerapkan sistem demokrasi yang ada di abad ke 21 ini adalah Indonesia. Indonesia sudah menerapkan sistem demokrasi setelah terbebas dari penjajahan Jepang dan juga Belanda. Konsep demokrasinya juga sempat berganti-ganti, bermula dari demokrasi parlementer, kemudian berubah menjadi demokrasi terpimpin, dan demokrasi pancasila. Nah, demokrasi pancasila juga memiliki beberapa bidang, diantaranya bidang ekonomi, dan bidang kebudayaan nasional.

Pada bidang ekonomi, pemerintah nantinya menjamin tegaknya prinsip tentang keadilan sosial dalam terwujudnya hak-hak ekonomi masyarakat. Dengan begitu, bentuk-bentuk prinsip keadilan sosial dalam terwujudnya hak-hak ekonomi masyarakat. Dengan begitu, bentuk-bentuk kepemimpinan kekayaan alam serta sumber-sumber ekonomi haruslah ditolak oleh pemerintah, agar nantinya seluruh masyarakat dapat memiliki kesempatan yang sama dalam penggunaan kekayaan negara.

Masalah Krusial

Masalah demokrasi Indonesia yang terlihat lebih krusial adalah absennya dari masyarakat sipil yang lebih kritis pada kekuasaan, buruknya kaderisasi antara partai politik, hilangnya oposisi, pemilu biaya tinggi karena masifnya politik uang yang dalam pemilu.

Demikian itulah beberapa fakta menarik tentang demokrasi. Sistem demokrasi sudah ada sejak lama, berabad-abad lalu di zaman yunani kuno. Demokrasi pada akhirnya terus berkembang hingga sekarang ini. Negara Indonesia sendiri, menjadi salah satu negara yang menganut sistem demokrasi. Oleh karena itu, sebagai masyarakat Indonesia kita tentunya harus paham tentang dasar-dasar dari demokrasi. Terimakasih!

, ,

[Top]