elecodelospasos.net

Cara benar dalam berdemokrasi

Tag: Ilmu dasar

Cara Mendidik Anak Dalam Berdemokrasi

Posted on September 14, 2020  in Blogging

Demokrasi merupakan salah satu istilah untuk menyatakan kebebasan dalam berbagai hal. Salah satu aspek yang sering mengalami demokrasi seperti contohnya dalam aturan hidup sebagai warga negara, serta kebebasan untuk hidup serta melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan hidup. Untuk contoh seperti di Indonesia maupun beberapa negara lainnya yang mengutamakan akan faktor kebebasan bagi kalangan masyarakatnya, peran demokrasi memberi dampak besar bagi setiap kebijakan yang diterapkan. Bahkan selain sebagai faktor bernegara, di masa kini banyak orang menjadi lebih aktif dalam mengutamakan hak mengenai kebebasan dirinya. Sehingga metode ini mulai perlahan-lahan turut serta diajarkan kepada kalangan anak sejak usia dini.

Bagi kalangan aspek paling utama dalam hidup, keluarga tentu banyak memberi dampak bagi peran ini bagi mempersiapkan masa depan anaknya. Hal yang sebaiknya dilakukan dalam mendukung pemahaman anak akan pentingnya demokrasi tidak harus selalu berkisar hal-hal yang rumit. Sehingga akibatnya banyak orang tua menganggap hal ini baru perlu diajarkan kepada anak saat usianya telah cukup dewasa. Padahal sebenarnya pemahaman akan demokrasi ini dapat dimulai dari aktivitas sederhana seperti yang dialami sehari-hari. Seperti aneka macam hal dan perlakukan yang penting untuk dilakukan bagi anggota dari keluarga tersebut sebagai wujud saling menghargai dan membangun satu sama lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Tidak hanya hal-hal yang perlu dilakukan atau dikerjakan saja. Ada banyak juga hal yang perlu dihindari dalam mendidik cara berdemokrasi bagi anak. Seperti yang telah diketahui bahwa demokrasi itu bermakna sebagai kesamarataan dan kebebasan bagi seluruh orang untuk dapat bertindak. Dengan menanamkan pengertian ini sejak usia dininya, anak akan teringat untuk selalu bersikap adil dan tidak membeda-bedakan orang lain di sekelilingnya. Sehingga juga muncul rasa kepercayaan dan keterbukaan akan orang lain dalam hal yang positif. Maka dari itu untuk dapat mengetahui informasi lebih lanjut mengenai hal ini, mari kita simak topik pembahasannya yang dijelaskan pada artikel di bawah ini.

Beri Pengertian yang Tepat

Para anak tentunya harus selalu dididik dan ingatkan dalam segala hal. Terutama di usianya yang masih kecil banyak dari antara mereka yang seringkali tidak sengaja kerap mengulang kesalahan dengan melakukan aktivitas yang seharusnya tidak dikerjakan. Tidak dapat dipungkiri setiap anak akan melakukan hal-hal yang menjengkelkan bagi para orang tuanya. Beberapa orang tua menganggap hal ini sangat lumrah dilakukan anak-anak, sehingga mereka cenderung mengabaikannya. Padahal hal ini harus ditangani secara serius untuk menyadarkan kepada para kalangan anak tersebut akan kesalahan yang telah diperbuatnya.

Saat anak tersebut juga berusaha menyampaikan pendapat maupun pembelaan, juga jangan langsung menentang perlawanan dari anak tersebut. Karena pada dasarnya ia hanya tidak mau dianggap telah melakukan kesalahan bahkan sampai dihukum. Dalam hal ini pihak orang tua harus mengajarkan cara pandang yang baik kepada kalangan anak-anak tersebut agar mengetahui hal yang ingin disampaikan orang tua secara tepat. Hal ini mendapat pengaruh dari perubahan yang dialami akibat beberapa faktor seperti perkembangan zaman serta perbedaan antar generasi di antara kalangan orang tua dan anaknya.

Mendengarkan Dengan Melakukan Kontak Mata

Sekalipun berhadapan dengan anak yang usianya masih kecil, setiap pembicaraan maupun hal-hal yang dibahas harus dilakukan sambil saling berpandangan. Hal ini bukan untuk dianggap sebagai suatu hal yang canggung di antara orang tua dan anaknya. Namun semata-mata untuk mendorong rasa percaya dan saling menghargai di antara keduanya. Ditambah dengan faktor ekspresi yang mendukung secara kuat, maka usahakan untuk selalu serius dan tidak terkesan menanggapi perkataan atau tingkah laku anak sebagai suatu bahan tertawaan sekalipun pendapat anak tersebut agak sedikit terlalu lugu untuk kondisi yang terjadi di masa modern kini.

Sikap orangtua yang seperti menertawakan keluguan anak dapat ditangkapnya seperti sedang meremehkan anak tersebut. Hingga di skala paling parahnya dapat membuat para anak menjadi tidak percaya atau menghargai orangtua yang dirasa telah merendahkan mereka terlebih dahulu. Bahkan dalam kasus terparah yang dihasilkan rasa kebencian akan sosok orang tuanya dapat bertumbuh di hati dan pikiran anak tersebut, yang perlahan-lahan terus ditimbunnya sampai ia dewasa.

Beri Kesempatan Menjelaskan Sebelum Diberi Hukuman 

Sudah sangat wajar bagi orangtua untuk mengajar anaknya dan memberi hukuman kepada mereka jika dirasa salah. Namun akan lebih baik bila saat seorang anak melakukan kesalahan maka ditemukan inti permasalahannya terlebih dahulu. Dengan melakukan hal ini, anak tersebut dapat belajar akan kesalahannya dan tentu diharapkan untuk tidak mengulang permasalahan itu lagi di masa depan. Metode ini juga menjadi lebih bermanfaat dalam pola mendidik anak tersebut agak memiliki karakter yang lebih baik. Pola pendidikan karakter ini dianggap sebagai suatu hal yang positif karena anak tersebut akan merasa lebih didukung oleh orangtuanya dalam memiliki karakter yang baik, yang disertai dengan sejumlah manfaat utama seperti untuk kebaikan bagi mereka sendiri.

Metode penghukuman yang bisa dipilih juga sebaiknya dalam hukuman non verbal seperti pengurangan uang jajan, tidak membelikan barang yang diinginkan, tidak memberi hiburan seperti menonton bioskop atau bermain bagi anak tersebut yang dapat dilakukan hanya untuk membuatnya menyesal dan sedikit jera dalam melakukan tindakan yang salah. Jangan pernah menerapkan prinsip penghukuman yang membuatnya menderita secara fisik karena dapat mempengaruhi alam mental bawah sadar dari anak tersebut. Dalam jangka waktu panjang juga metode penghukuman ini dapat berdampak ke memupuk rasa benci dari anak tersebut kepada orang tua hingga sosok orang tua lain dalam hidupnya.

Hindari Kalimat Perintah yang Berintonasi Keras

Tentu banyak orang tidak suka untuk diperintah untuk melakukan suatu hal. Sekalipun jika perintah itu bertujuan untuk kebaikan bagi diri mereka. Sama halnya dengan anak, mereka akan lebih merasa nyaman untuk melakukan segala sesuatu jika pengucapan ‘perintah’ tersebut dilontarkan dalam kalimat minta tolong. Prinsip bahu-membahu dan tolong-menolong sudah ada di benak banyak orang. Dengan menyuruh anak tersebut untuk mengerjakan suatu hal dengan tambahan kalimat ‘tolong’ atau kalimat ajakan untuk membantu orang tua dalam melakukan suatu hal akan membuat mereka dapat berpikir dirinya sebagai sosok yang berharga dan memiliki peran dalam keluarga.

Sehingga jika diminta untuk melakukan hal tersebut atau menghindari tingkah laku tertentu yang kurang baik, dapat membuat mereka merasa lebih dihargai dan dianggap telah cukup dewasa untuk dipercayakan tanggung jawab dalam hidupnya. Demikianlah gambaran dari cara mendidik anak dalam berdemokrasi secara baik dan sesuai. Diharapkan pembahasan artikel ini dapat bermanfaat, memberi wawasan yang membangun serta bermanfaat untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anda. Sampai bertemu di lain waktu dalam topik pembahasan seputar hal-hal lainnya.

, ,

[Top]