elecodelospasos.net

Cara benar dalam Bermain Togel Online

Menerapkan Demokrasi Dalam Pendidikan

Posted on September 15, 2020  in Blogging

Demokrasi merupakan salah satu asas yang diterapkan dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, banyak negara lain yang juga menerapkan prinsip ini untuk menjamin standar hidup yang baik bagi segenap masyarakatnya. Prinsip ini dibangun untuk menciptakan keadilan dan kesamarataan dalam segenap masyarakat besar, tanpa memandang akan perbedaan dari antara mereka. Tidak hanya berlaku dalam urusan bernegara saja, banyak peran demokrasi juga perlu untuk diterapkan dalam skala yang lebih kecil seperti kehidupan berkeluarga, menempuh pendidikan, berorganisasi, hingga bekerjasama dengan orang lain dalam sebuah aktivitas atau bekerja.

Salah satu hal penting yang perlu untuk diterapkan prinsip demokrasinya seperti dalam hal mendasar dari hidup. Aktivitas paling utama dari hidup manusia seperti keluarga maupun tempat pendidikan memberi peran penting bagi membangun karakter hidup banyak anak sejak usianya masih kecil. Meskipun banyak dari mereka yang belum mengenal akan banyak hal dalam hidup, namun dengan mengajarkan akan pentingnya beberapa hal seperti demokrasi sebagai salah satunya mendukung perkembangan hidup mereka agar menjadi pedoman hidup bagi masa depan mereka kelak saat dewasa.

Beberapa hal dapat dipertimbangkan untuk lakukan dalam kegiatan belajar mengajar di agen sbobet terpercaya dan sekolah. Selain menegaskan aturan yang baik bagi sosok guru yang dianggap sebagai teladan oleh para muridnya, hal ini juga menjadi pertimbangan baik untuk meningkatkan standar hidup dari para penerus bangsa. Seperti yang sudah diketahui bahwa manusia tidak dapat luput dari melakukan aneka kesalahan dalam hidupnya. Berikut beberapa hal yang dapat dipertimbangkan dalam mendidik anak untuk memegang teguh prinsip demokrasi yang dapat diteladani contohnya bagi para anak-anak pelajar dari sosok guru yang mendidiknya di sekolah. Selamat menyimak topik pembahasan akan demokrasi dalam dunia pendidikan ini.

Buat Anak Tersebut Menjadi Sosok Subjek

Semua kalangan manusia selalu ingin dianggap menjadi seorang manusia. Terutama saat usianya sudah beranjak dewasa, pribadi atau karakter lain yang juga memiliki peran dalam proses belajar maupun mengajar yang dilakukan kedua belah pihak. Salah satu hal yang dapat diterapkan seperti dengan membuka kesempatan bagi anak didik tersebut dalam menyampaikan pendapatnya sebagai cara pelengkap dalam menjawab pertanyaan. Dengan menggunakan teknik ini, seorang murid akan didorong cara berpikirnya untuk menjadi lebih aktif dan kreatif dalam memecahkan masalah.

Selain itu anak juga akan didorong untuk menjadi lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan suatu masalah atau mencari solusi yang perlu dilakukannya saat menghadapi suatu persoalan. Dengan mengusahakan agar masalah serupa tidak kembali dilakukan oleh anak tersebut mendorong tanggung jawab dalam diri para pelajar. Sehingga mereka akan lebih enggan untuk melakukan suatu hal. Ditambah lagi faktor kurang baik hingga kurang etisnya dilakukan suatu hal dalam dunia pendidikan membuat 

Belajar Berlapang Dada Menerima Kritik

Tentunya banyak orang tidak suka dalam menerima kritik. Sekalipun kritik itu dilakukan untuk tujuan yang baik seperti membangun karakter yang dikritik. Tapi selayaknya manusia yang hidup terus berkembang dan berusaha untuk menjadi lebih baik, tidak dapat luput dari kesalahan hingga kegagalan yang perlu dialami. Umumnya pihak yang lebih dewasa akan memiliki lebih banyak pengalaman dalam berjuang untuk mencapai keberhasilan dan kondisi yang terbaik. Para orang dewasa juga lebih memiliki banyak pengalaman sehingga tidak perlu lagi diajar akan hal-hal dasar yang sederhana.

Namun hal ini tidak menyatakan bahwa sosok orang dewasa yang lebih berusia lanjut akan selalu lebih baik dari mereka yang usianya lebih muda. Seringkali dalam beberapa kasus juga para kalangan orang dewasa ini tak luput dari kesalahan yang dilakukan. Sehingga dalam kondisi ini beberapa orang lain yang lebih muda dapat bersikap sebagai pihak yang menyadarkan akan kesalahan tersebut. Maka dari itu para sosok anak didik yang telah diajarkan bisa jadi sadar akan kesalahan tersebut. Sehingga mereka akan sontak menyatakan kesalahan yang dilakukan oleh gurunya kepada guru tersebut.

Hal ini merupakan bentuk kepolosan mereka yang merasa suatu hal yang benar dalam menyampaikan kesalahan tersebut. Anak kecil yang masih berusia muda umumnya belum banyak terpengaruh dengan watak orang yang negatif, dimana menginginkan suatu hal negatif untuk terjadi dalam hidup orang lain demi menjaga standar hidup yang baik bagi kepentingan mereka. Meskipun ungkapan teguran yang dilakukan oleh anak didik tidak selalu berarti hal yang pasti benar. Beberapa anak hanya mengutarakan hal tersebut sebagai bentuk rasa protesnya akan suatu hal.

Terapkan Prinsip Adil, Terbuka, Konsisten dan Bijaksana

Prinsip ini harus diterapkan secara terus menerus. Karena selain menjadi kewajiban dari sosok tenaga pendidik yang dijadikan contoh teladan oleh para muridnya, 4 hal ini merupakan sifat yang wajib dimiliki para guru. Salah satu contoh kasus dimana prinsip ini dapat diterapkan seperti dalam memberi hukuman bagi murid yang terbukti melakukan kesalahan. Tidak boleh ada perbedaan diantara para murid, apapun kondisi latar belakang dari kesalahannya maupun pihak anak yang melakukan kesalahan tersebut. Hanya karena ia anak yang lebih pintar atau lebih teratur dalam mengikuti segala peraturan yang ditetapkan di sekolah tidak membuatnya luput dari hukuman kecil saat ia melakukan pelanggaran tingkat yang ringan.

Hindari Ucapan Caci Maki Atau Memarahi Murid

Semua kalangan manusia tidak ada yang suka untuk dirinya dihina atau direndahkan sosok lain. Terutama jika hal tersebut dilakukan di depan para teman-temannya. Hal ini dapat membuat harga dirinya menjadi rendah dan tidak jarang juga sering membuat harga dirinya jatuh. Maka dari itu tindakan yang harus dilakukan oleh guru sangat berperan besar bagi mendidik karakter anak. Jika seorang guru memarahi anak didiknya dalam suara yang sangat lantang hingga sampai membentak bahkan memukul anak tersebut. Hal ini dapat mempengaruhi faktor psikis dari anak tersebut.

Bahkan beberapa anak lain dapat mencontohnya untuk dilakukan kepada teman di sekolahnya saat terjadi masalah di antara mereka. Berikut seputar informasi akan hal-hal yang harus dilakukan dan dihindari dari mendidik anak di sekolah yang perlu diperhatikan oleh para kalangan pengajar. Semoga informasi ini membantu dalam mengingatkan kembali hal-hal yang harus dilakukan dalam mengajar anak didik secara baik dan benar.

, ,

[Top]

Cara Mendidik Anak Dalam Berdemokrasi

Posted on September 14, 2020  in Blogging

Demokrasi merupakan salah satu istilah untuk menyatakan kebebasan dalam berbagai hal. Salah satu aspek yang sering mengalami demokrasi seperti contohnya dalam aturan hidup sebagai warga negara, serta kebebasan untuk hidup serta melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan hidup. Untuk contoh seperti di Indonesia maupun beberapa negara lainnya yang mengutamakan akan faktor kebebasan bagi kalangan masyarakatnya, peran demokrasi memberi dampak besar bagi setiap kebijakan yang diterapkan. Bahkan selain sebagai faktor bernegara, di masa kini banyak orang menjadi lebih aktif dalam mengutamakan hak mengenai kebebasan dirinya. Sehingga metode ini mulai perlahan-lahan turut serta diajarkan kepada kalangan anak sejak usia dini.

Bagi kalangan aspek paling utama dalam hidup, keluarga tentu banyak memberi dampak bagi peran ini bagi mempersiapkan masa depan anaknya. Hal yang sebaiknya dilakukan dalam mendukung pemahaman anak akan pentingnya demokrasi tidak harus selalu berkisar hal-hal yang rumit. Sehingga akibatnya banyak orang tua menganggap hal ini baru perlu diajarkan kepada anak saat usianya telah cukup dewasa. Padahal sebenarnya pemahaman akan demokrasi ini dapat dimulai dari aktivitas sederhana seperti yang dialami sehari-hari. Seperti aneka macam hal dan perlakukan yang penting untuk dilakukan bagi anggota dari keluarga tersebut sebagai wujud saling menghargai dan membangun satu sama lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Tidak hanya hal-hal yang perlu dilakukan atau dikerjakan saja. Ada banyak juga hal yang perlu dihindari dalam mendidik cara berdemokrasi bagi anak. Seperti yang telah diketahui bahwa demokrasi itu bermakna sebagai kesamarataan dan kebebasan bagi seluruh orang untuk dapat bertindak. Dengan menanamkan pengertian ini sejak usia dininya, anak akan teringat untuk selalu bersikap adil dan tidak membeda-bedakan orang lain di sekelilingnya. Sehingga juga muncul rasa kepercayaan dan keterbukaan akan orang lain dalam hal yang positif. Maka dari itu untuk dapat mengetahui informasi lebih lanjut mengenai hal ini, mari kita simak topik pembahasannya yang dijelaskan pada artikel di bawah ini.

Beri Pengertian yang Tepat

Para anak tentunya harus selalu dididik dan ingatkan dalam segala hal. Terutama di usianya yang masih kecil banyak dari antara mereka yang seringkali tidak sengaja kerap mengulang kesalahan dengan melakukan aktivitas yang seharusnya tidak dikerjakan. Tidak dapat dipungkiri setiap anak akan melakukan hal-hal yang menjengkelkan bagi para orang tuanya. Beberapa orang tua menganggap hal ini sangat lumrah dilakukan anak-anak, sehingga mereka cenderung mengabaikannya. Padahal hal ini harus ditangani secara serius untuk menyadarkan kepada para kalangan anak tersebut akan kesalahan yang telah diperbuatnya.

Saat anak tersebut juga berusaha menyampaikan pendapat maupun pembelaan, juga jangan langsung menentang perlawanan dari anak tersebut. Karena pada dasarnya ia hanya tidak mau dianggap telah melakukan kesalahan bahkan sampai dihukum. Dalam hal ini pihak orang tua harus mengajarkan cara pandang yang baik kepada kalangan anak-anak tersebut agar mengetahui hal yang ingin disampaikan orang tua secara tepat. Hal ini mendapat pengaruh dari perubahan yang dialami akibat beberapa faktor seperti perkembangan zaman serta perbedaan antar generasi di antara kalangan orang tua dan anaknya.

Mendengarkan Dengan Melakukan Kontak Mata

Sekalipun berhadapan dengan anak yang usianya masih kecil, setiap pembicaraan maupun hal-hal yang dibahas harus dilakukan sambil saling berpandangan. Hal ini bukan untuk dianggap sebagai suatu hal yang canggung di antara orang tua dan anaknya. Namun semata-mata untuk mendorong rasa percaya dan saling menghargai di antara keduanya. Ditambah dengan faktor ekspresi yang mendukung secara kuat, maka usahakan untuk selalu serius dan tidak terkesan menanggapi perkataan atau tingkah laku anak sebagai suatu bahan tertawaan sekalipun pendapat anak tersebut agak sedikit terlalu lugu untuk kondisi yang terjadi di masa modern kini.

Sikap orangtua yang seperti menertawakan keluguan anak dapat ditangkapnya seperti sedang meremehkan anak tersebut. Hingga di skala paling parahnya dapat membuat para anak menjadi tidak percaya atau menghargai orangtua yang dirasa telah merendahkan mereka terlebih dahulu. Bahkan dalam kasus terparah yang dihasilkan rasa kebencian akan sosok orang tuanya dapat bertumbuh di hati dan pikiran anak tersebut, yang perlahan-lahan terus ditimbunnya sampai ia dewasa.

Beri Kesempatan Menjelaskan Sebelum Diberi Hukuman 

Sudah sangat wajar bagi orangtua untuk mengajar anaknya dan memberi hukuman kepada mereka jika dirasa salah. Namun akan lebih baik bila saat seorang anak melakukan kesalahan maka ditemukan inti permasalahannya terlebih dahulu. Dengan melakukan hal ini, anak tersebut dapat belajar akan kesalahannya dan tentu diharapkan untuk tidak mengulang permasalahan itu lagi di masa depan. Metode ini juga menjadi lebih bermanfaat dalam pola mendidik anak tersebut agak memiliki karakter yang lebih baik. Pola pendidikan karakter ini dianggap sebagai suatu hal yang positif karena anak tersebut akan merasa lebih didukung oleh orangtuanya dalam memiliki karakter yang baik, yang disertai dengan sejumlah manfaat utama seperti untuk kebaikan bagi mereka sendiri.

Metode penghukuman yang bisa dipilih juga sebaiknya dalam hukuman non verbal seperti pengurangan uang jajan, tidak membelikan barang yang diinginkan, tidak memberi hiburan seperti menonton bioskop atau bermain bagi anak tersebut yang dapat dilakukan hanya untuk membuatnya menyesal dan sedikit jera dalam melakukan tindakan yang salah. Jangan pernah menerapkan prinsip penghukuman yang membuatnya menderita secara fisik karena dapat mempengaruhi alam mental bawah sadar dari anak tersebut. Dalam jangka waktu panjang juga metode penghukuman ini dapat berdampak ke memupuk rasa benci dari anak tersebut kepada orang tua hingga sosok orang tua lain dalam hidupnya.

Hindari Kalimat Perintah yang Berintonasi Keras

Tentu banyak orang tidak suka untuk diperintah untuk melakukan suatu hal. Sekalipun jika perintah itu bertujuan untuk kebaikan bagi diri mereka. Sama halnya dengan anak, mereka akan lebih merasa nyaman untuk melakukan segala sesuatu jika pengucapan ‘perintah’ tersebut dilontarkan dalam kalimat minta tolong. Prinsip bahu-membahu dan tolong-menolong sudah ada di benak banyak orang. Dengan menyuruh anak tersebut untuk mengerjakan suatu hal dengan tambahan kalimat ‘tolong’ atau kalimat ajakan untuk membantu orang tua dalam melakukan suatu hal akan membuat mereka dapat berpikir dirinya sebagai sosok yang berharga dan memiliki peran dalam keluarga.

Sehingga jika diminta untuk melakukan hal tersebut atau menghindari tingkah laku tertentu yang kurang baik, dapat membuat mereka merasa lebih dihargai dan dianggap telah cukup dewasa untuk dipercayakan tanggung jawab dalam hidupnya. Demikianlah gambaran dari cara mendidik anak dalam berdemokrasi secara baik dan sesuai. Diharapkan pembahasan artikel ini dapat bermanfaat, memberi wawasan yang membangun serta bermanfaat untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anda. Sampai bertemu di lain waktu dalam topik pembahasan seputar hal-hal lainnya.

, ,

[Top]

KONSEP DEMOKRASI DI INDONESIA

Posted on August 24, 2020  in demokrasi

Demokrasi yang sering kita dengar adalah suatu bentuk dari pemerintahan politik yang dimana kekuasaan pemerintahannya yaitu berasal dari rakyat, baik yang secara langsung ataupun yang melalui perwakilan. Istilah dalam demokrasi sendiri yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya “demos” yang berarti adalah “rakyat” dan juga yang artinya “kratos” yang dimana berarti kekuasaan. Istilah dalam sebuah demokrasi pertama kali yang diperkenalkan oleh seorang ilmuwan yaitu Aristoteles sebagai salah satu bentuk pemerintahan, yaitu dimana pemerintahan yang sudah menggariskan bahwa kekuasaan yang berada di tangan orang yang banyak atau rakyat. Abraham Lincoln dalam sebuah pidato nya yaitu Gettysburg nya yang dimana dirinya mendefinisikan demokrasi sendi sebagai salah satu wujud dari pemerintahan rakyat, oleh rakyat dan juga untuk rakyat. Dalam semua hal ini yang dimana berarti bahwa kekuasaan tertinggi dalam demokrasi pemerintahan yang dipegang oleh rakyat.

Bentuk-bentuk demokrasi

Secara umum terdapat dua buah bentuk dari demokrasi yaitu adalah demokrasi langsung dan juga demokrasi perwakilan atau sebuah demokrasi tak langsung. Berikut ini penjelasan tentang dua hal berikut:

Demokrasi langsung sendiri adalah demokrasi yang merupakan suatu bentuk dari demokrasi yang dimana setiap rakyat biasanya akan mewakili dirinya sendiri Dalam sebuah kebijakan yang nantinya mereka memiliki dan hal tersebut pengaruh terhadap keadaan politik yang sedang terjadi. Di Era modern, di sistem ini diketahui tidak praktis karena umumnya Populasi negara yang cukup besar dengan cara mengumpulkan seluruh rakyat dalam suatu forum tidaklah mudah selain itu sistem ini Menurut partisipasi yang tinggi dari rakyat, sedangkan dimana rakyat modern yang sekarang ini cenderung tidak memiliki sebuah waktu untuk dapat mempelajari setiap permasalahan politik yang biasanya sedang terjadi di dalam negara.

Demokrasi perwakilan atau tidak langsung merupakan sebuah demokrasi yang biasanya akan dilakukan oleh sekelompok masyarakat dalam setiap waktu pemilihan umum untuk dapat menyampaikan pendapat dari permainan joker123 mereka dan juga mengambil sebuah keputusan bagi mereka.

Prinsip-prinsip Demokrasi

Prinsip demokrasi adalah dimana prasyarat berdirinya negara demokrasi sendiri yang telah terakomodasi dalam sebuah konstitusi negara kesatuan Republik Indonesia. Prinsip-prinsip demokrasi yang dapat ditinjau dari pendapat yang dikemukakan alamudi yang dimana kemudian dikenal dengan soko guru demokrasi. Menurut al maududi sendiri prinsip demokrasi adalah :

  •     Kedaulatan rakyat.
  •     Pemerintahan yang berdasarkan persetujuan 
  •     Kekuasaan Mayoritas.
  •     Hak-hak minoritas.
  •     Jaminan untuk Hak Asasi Manusia (HAM).
  •     Pemilihan yang dimana adil, bebas, dan jujur.
  •     Persamaan terhadap semua depan hukum.
  •     Proses hukum yang sangat wajar.
  •     Pembatasan dalam pemerintah secara konstitusional.
  •     Pluralisme ekonomi, politik, dan juga sosial.
  •     Nilai-nilai tentang toleransi, pragmatisme, kerjasama, dan juga mufakat.

Bentuk Demokrasi dalam sebuah Pemerintahan Negara

Ada dua bentuk demokrasi yang biasanya ada di dalam sebuah pemerintahan negara, yaitu :

Pemerintahan Monarki monarki 

monarki konstitusional, atau yang disebut dengan monarki parlementer. Monarki yang dimana berasal dari bahasa Yunani. Yang artinya Monos Satu dan juga Archein artinya Pemerintah, jadi dapat disimpulkan bahwa sebagai sejenis pemerintahan yang dimana dalam suatu negara yang biasanya akan dipimpin oleh satu orang saja atau raja. Monarki sendiri sebuah sistem yang dibagi ke dalam 3 jenis seperti :

  • Monarki Mutlak : Monarki yang bisanya akan dibentuk oleh suatu pemerintahan yang ada di dalam suatu negaranya dipimpin oleh raja dan juga dibentuk kekuasaannya tidak terbatas.
  • Monarki Konstitusional : Monarki yang dimana biasanya bentuk pemerintahan yang ada di suatu negaranya akan dipimpin oleh raja namun biasanya kekuasaan raja dibatasi oleh sebuah konstitusi.
  • Monarki Parlementer : Monarki yang dimana bentuk pemerintahan yang ada di suatu negaranya akan dipimpin oleh raja namun kekuasaannya yang biasanya tertinggi berada ditangan para parlemen.

Pemerintahan Republik, yang berasal dari bahasa latin RES yang di artikan artinya pemerintah dan PUBLICA yang biasanya berarti rakyat. Dengan demikian dapat juga di aetikan sebagai salah satu bentuk dari pemerintahan yang akan dijalankan oleh dan untuk kepentingan orang banyak. Menurut John Locke dimana kekuasaan pemerintahan dari suatu negara dipisahkan menjadi tiga bagian :

  • Kekuasaan Legislatif adalah sebuah kekuasaan untuk dapat membuat undang-undang yang dimana biasanya akan dijalankan oleh seorang parlemen.
  • Kekuasaan dalam Eksekutif adalah sebuah kekuasaan untuk dapat menjalankan sebuah undang-undang yang biasanya akan dijalankan oleh pemerintahan.
  • Kekuasaan dalam Federatif adalah sebuah kekuasaan untuk dapat menyatakan sebuah perang dan juga damai dan juga tindakan-tindakan yang lainnya dengan luar negeri
  • Sedangkan Kekuasaan Yudikatif sendiri adalah mengadili yang merupakan bagian dari sebuah kekuasaan eksekutif.

Kemudian menurut Montesquieu (Trias Politica) yang dimana dirinya sendiri menyatakan bahwa kekuasaan yang ada di dalam negara sendiri harus dibagi dan juga dilaksanakan oleh tiga orang atau juga badan yang harus berbeda-bedadan dan kuga  terpisah satu sama lainnya seperti :

  • Badan Legislatif : Kekuasaan yang membuat sebuah undang-undang.
  • Badan Eksekutif : Kekuasaan yang bertujuan menjalankan undang-undang.
  • Badan Yudikatif : Kekuasaan untuk dapat mengawasi sebuah jalannya pelaksanaan dalam undang-undang.

Klasifikasi Sistem Pemerintahan

Dalam sistem kepartaian yang umumnya juga dikenal adanya sebutan tiga sistem dalam kepartaian, yaitu sebuah sistem multi partai atau yang disebut dengan (polyparty system), sistem dalam dua partai atau (biparty system), dan juga sistem yang ada di dalam satu partai (monoparty system). Sistem yang pengisian beberapa jabatan yang biasanya akan dilakukaan oleh para pemegang dalam sebuah kekuasaan negara, yang biasanya hubungan antar pemegang kekuasaan negara, terutama yang ada antara eksekutif dan juga legislatif. Model sistem pemerintahan negara, terdiri dari empat macam, yaitu :

  •     Sistem pemerintahan yang diktator (borjuis dan juga proletar).
  •     Sistem pemerintahan yang parlementer.
  •     Sistem pemerintahan yang presidensial, dan
  •     Sistem pemerintahan campuran.

Konsep Demokrasi Republik Indonesia

Seperti yang sudah diketahui, konsep dalam sebuah demokrasi sendiri yang sudah ada dan juga sudah berkembang yaitu sejak 200 tahun yang lalu. Konsep demokrasi ini sendiri telah diperkenalkan oleh seorang Plato dan Aristoteles dengan sebuah isyarat untuk dapat sepenuh hati saat menggunakan konsep demokrasi ini. Menurut mereka, dimana demokrasi itu memiliki dua buah sisi yang sangat berbeda. Di dalam satu sisi sangat baik, namun juga di beberapa sisi lain juga dapat menjadi sebuah hal yang sangat kejam.

Mungkin sebuah sistem yang ada dI indonesia menjadi salah satu dari penganut sistem demokrasi yang dimana sistem ini juga telah dirasakan secara nyata apa yang dikhawatirkan oleh Plato dan Aristoteles. Konsep dalam demokrasi yang sangat mendewakan sebuah kebebasan, sehingga pada akhirnya dimana nantinya juga tidak mustahil dapat menimbulkan sebuah konsep anarki. Oleh sebab itu, yang harus diperlukan disini adalah bagaimana nantinya untuk dapat mengontrol mekanisme yang paling tepat untuk dapat menjalankan konsep demokrasi yang ada pada saat ini.

Dalam sebuah penerapannya, konsep demokrasi yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia sendiri adalah suatu hal yang dapat dipandang sebagai sebuah mekanisme dan juga sebuah cita-cita untuk dapat mewujudkan sebuah suatu kehidupan yang sangat berkelompok yang dimana hal tersebut sesuai dengan apa yang mereka terdapat dalam sebuah UUD 1945 yang disebut dengan kerakyatan.

Itulah hal-hal penting dalam sebuah konsep Demokrasi yang ada.Demokrasi yang dianut di indonesia sendiri adalah sebuah konsep yang penuh dengan sebuah kebebasan dan pada akhirnya menimbulkan sebuah efek yang tidak kondusif. Semoga dengan adanya artikel ini kita dapat saling menjaga dan juga mengontrol tentang demokrasi yang terjadi di Negeri ini. Terima Kasih.

, ,

[Top]

Sejarah Demokrasi di Indonesia Kemerdekaan Hingga Saat Ini

Posted on July 16, 2020  in demokrasi

Indonesia sendiri merupakan negara yang menerapkan sistem demokrasi dalam sistem pemerintahannya. Namun, dalam penerapan demokrasi di Indonesia sendiri mengalami beberapa kali perubahan sesuai dengan kondisi politik dan juga pemimpin kala itu. Berikut dalam artikel ini akan dibahas penjelasan sejarah demokrasi di Indonesia. Sejarah bagaimana demokrasi di Indonesia dari saat zaman kemerdekaan hingga pada zaman reformasi saat ini.

Sejarah Demokrasi Indonesia

Sejak Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, dan menjadi negara sendiri dalam UUD 1945 juga menetapkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini menganut paham demokrasi, dimana pada kedaulatan atau kekuasaan tertinggi berada ditangan Rakyat dan juga dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat atau (MPR), atau tergolong sebagai sebuah negara yang menganut paham sebuah Demokrasi Perwakilan.

Perkembangan Demokrasi Di Masa Revolusi Kemerdekaan

Pada tahun 1945 – 1950, Indonesia sendiri masih berjuang untuk menghadapi Belanda dan situs sbobet88 yang pada saat itu ingin kembali ke Indonesia. Pada saat itu juga pelaksanaan demokrasi belum berjalan sebagaimana dengan baik. Hal itu disebabkan juga oleh masih adanya beberapa revolusi fisik. Pada awal kemerdekaan negara indonesia masih terdapat sentralisasi pada kekuasaan hal ini bisa terlihat Pasal 4 Aturan Peralihan UUD 1945 yang isinya berbunyi sebelum MPR, DPR dan juga DPA dibentuk menurut UUD dan segala kekuasaan dijalankan oleh Presiden. Pada saat itu untuk menghindari kesan bahwa negara Indonesia adalah suatu negara yang absolut pemerintah sendiri mengeluarkan:

  • Maklumat untuk Wakil Presiden No. X dikeluarkan tanggal 16 Oktober 1945, KNIP berubah menjadi lembaga legislatif.
  • Maklumat untuk Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang pada Pembentukan Partai Politik.
  • Maklumat untuk  Pemerintah tanggal 14 Nopember 1945 tentang perubahan suatu sistem pemerintahn untuk presidensil menjadi parlementer

Perkembangan untuk demokrasi pada periode ini sendiri telah meletakkan banyak sekali hal-hal mendasar. Pertama, pemberian masyarakat hak-hak politik secara menyeluruh. Kedua, presiden sendiri yang secara konstitusional ada kemungkinan untuk menjadi seorang diktator. Dan dengan adanya maklumat Wakil Presiden, maka nantinya akan memungkinkan nya terbentuk beberapa partai politik yang kemudian menjadi sebuah mala peletak bagi sebuah sistem kepartaian yang ada di Indonesia untuk masa-masa selanjutnya yang akan datang dalam sejarah kehidupan politik kita.

Perkembangan Demokrasi  Parlementer 

Periode bentuk pemerintahan negara Indonesia di tahun 1950 sampai dengan 1959 menggunakan sebuah UUD Sementara (UUDS) sebagai sebuah landasan konstitusionalnya. Pada masa ini sebenarnya adalah masa kejayaan untuk demokrasi di Indonesia, karena hampir pada semua elemen demokrasi sendiri dapat ditemukan dalam sebuah perwujudan kehidupan politik yang ada di Indonesia. Lembaga perwakilan rakyat atau juga parlemen memainkan peranan yang juga sangat penting dalam sebuah proses politik yang sedang berjalan. Perwujudan kekuasaan dalam parlemen ini juga diperlihatkan dengan adanya sejumlah mosi tidak percaya pada saat itu kepad pihak pemerintah.

Demokrasi Liberal

Pada tahun 1950-1959 sendiri bisa disebut sebagai masa demokrasi liberal indonesia yang dimana  presiden sebagai seorang Kepala Negara bukan sebagai seorang kepala eksekutif. Masa demokrasi ini juga memiliki peranan parlemen, sebagai politik sangat tinggi dan juga  berkembangnya partai-partai politik. Namun demikian dalam praktiknya demokrasi pada masa ini dinilai juga gagal dengan sebab sebagai dominannya politik tersebut aliran, sehingga membawa sebuah konsekuensi yang terjadi terhadap pengelolaan terhadap konflik. Landasan sosial dan ekonomi yang juga masih lemah. Tidak mampunya sebuah konstituante bersidang untuk mengganti UUDS 1950 pada saat itu. Persamaan kepentingan antara presiden Soekarno dengan semua kalangan Angkatan Darat, yang sama-sama tidak senang dengan proses politik yang  berjalan pada saat itu.

Atas dasar kegagalan tersebut maka Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959 :

  • Untuk membubarkan konstituante
  • Kembali ke UUD 1945 dan  tidak berlaku UUD S 1950
  • Pembentukan MPRS dan juga DPAS
  • Perkembangan Demokrasi Terpimpin 

Sejak saat  berakhirnya pemilihan umum di tahun 1955, presiden Soekarno sendiri sudah menunjukkan sebuah gejala ketidaksenangannya kepada semua partai-partai politik. Hal itu juga terjadi karena partai politik tersebut sangat orientasi pada sebuah kepentingan ideologinya masing-masing dan kurang memperhatikan kepentingan sebuah politik secara nasional dan juga menyeluruh. Disamping itu juga pada saat itu Soekarno melontarkan sebuah gagasan bahwasannya demokrasi parlementer tidak sesuai dengan sebuah kepribadian bangsa indonesia yang dijiwai oleh Pancasila.

Penyimpangan pada masa demokrasi terpimpin di antaranya :

  • Mengaburnya sebuah sistem kepartaian, pemimpin partai sendiri banyak yang dipenjarakan
  • Peranan terhadap Parlemen lemah bahkan akhirnya hal tersebut dibubarkan oleh presiden dan presiden membentuk sebuah DPRGR
  • Jaminan HAM juga lemah
  • Terjadi sentralisasi dan kekuasaan
  • Terbatasnya peranan pers pada saat itu
  • Kebijakan politik luar negeri atau sudah memihak ke RRC Blok Timur

Awal Order Baru 

Pemerintahan Orde Baru sendiri  ditandai oleh Presiden Soeharto yang pada saat itu menggantikan Ir. Soekarno sebagai seorang Presiden kedua Indonesia. Pada masa orde baru tersebut ini menerapkan sebuah Demokrasi Pancasila untuk dapat menegaskan bahwasanya model demokrasi sendiri inilah yang sesungguhnya sesuai dengan sebuah ideologi negara Pancasila. Awal Orde baru sendiri memberi harapan baru pada rakyat indonesia pembangunan disegala bidang melalui pada saat itu Pelita I, II, III, IV, V dan pada masa orde baru saat itu berhasil menyelenggarakan Pemilihan Umum. Namun demikian sebuah perjalan demokrasi pada masa order baru sendiri dianggap gagal sebab: 

  • Rekrutmen politik yang pada saat itu tertutup
  • Pemilu yang jauh dari kata semangat demokratis
  • Pengakuan kepada HAM yang terbatas
  • Timbulnya politik dan sistem KKN yang merajalela
  • Sebab jatuhnya Orde Baru:
  • Hancurnya sebuah ekonomi nasional ( krisis ekonomi )
  • Terjadinya sebuah krisis politik
  • TNI juga tidak bersedia lagi menjadi sebuah alat kekuasaan orba
  • Gelombang demonstrasi masyarakat yang menghambat menuntut tentang Presiden Soeharto untuk turun jadi Presiden.

Orde Baru sendiri mewujudkan dirinya sebagai salah kekuatan yang sangat kuat dan relatif otonom, dan sementara itu masyarakat semakin teralienasi dari lingkungan untuk sebuah kekuasaan dan proses formulasi sebuah kebijakan. Sejak pada masa runtuhnya Orde Baru yang bersamaan juga dengan waktunya lengsernya Presiden Soeharto, saat itu maka Indonesia sendiri memasuki sebuah suasana kehidupan kenegaraan yang baru pada saat itu, sebagai hasil dari kebijakan sebuah reformasi yang dijalankan terhadap hampir semua aspek yang ada di lapisan kehidupan masyarakat dan negara yang berlaku pada sebelumnya. Kebijakan reformasi ini juga berpuncak dengan adanya amandemen UUD 1945 bagian Batang Tubuhnya Karena hal tersebut dianggap sebagai salah satu sumber utama kegagalan tatanan kehidupan kenegaraan di masa Orde Baru.

Kesimpulan

Perbedaan demokrasi dan juga reformasi dengan demokrasi sebelumnya, yang dimana pemilu yang dilaksanakan di tahun 1999-2004 sendiri jauh lebih demokratis daripada tahun sebelumnya. Rotasi kekuasan yang juga dilaksanakan dari mulai pemerintah pusat sampai dengan tingkat desa. Sebuah pola rekrutmen politik untuk dapat mengisi posisi-posisi jabatan yang dilakukan secara terbuka. Sebagaianbesar hak dasar juga bisa terjamin seperti adanya sebuah kebebasan dan juga menyatakan sebuah pendapat.

Itulah perkembangan demokrasi yang berada di indonesia dari dulu hingga kini. Demokrasi adalah suatu hal yang penting terhadap suatu negara, karena dengan adanya demokrasi terciptanya elemen-elemen yang sesuai dengan pilihan rakyat. Demokrasi juga umumnya ditandai dengan sekarang dimana kita semua bebas dan berhak berpendapat. Sama seperti hal nya juga sebuah kebebasan pers.Sekian pembahasan mengenai artikel ini semoga dapat menambah ilmu serta wawasan anda tentang demokrasi. Terimakasih.

, ,

[Top]

Dampak Covid-19 Untuk Demokrasi Indonesia

Posted on July 16, 2020  in demokrasi

Covid-19 Sebagai Tantangan Demokrasi di Indonesia. Seperti yang sudah di bagas oleh Syarif Hidayat Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), salah satu Dosen Program Pascasarjana Universitas Nasional (Unas). Dalam kurun waktu terakhir segenap komponen bangsa mulai resah. Selanjutnya, mulai merasa tercekam dan rasa takut, lantaran pada saat itu mulai merebaknya wabah corona virus 2019 atau (covid-19). Keresahan tersebut tentunya menjadi suatu hal yang sangat manusiawi. Karena, jika pandemi covid-19 sendiri tidak ditangani secara cepat dan juga tepat, akan berdampak fatal terhadap kematian manusia, dan juga perekonomian Indonesia tentunya.Oleh karena itu, wacana publik pun mulai dibanjiri dengan diskursus tentang dua isu tersebut. 

Dampak Covid-19 Terhadap Demokrasi

Sementara itu, apa pelajaran yang nantinya dapat dipetik dari terjadinya musibah covid-19 ini terkait kepada demokrasi indonesia, seperti yang akan dibahas kali ini tentang bagaimana dampak virus ini untuk demokrasi negara indonesia. Khususnya pada tata kelola negara dan babgsa. Pada umumnya relatif belum mendapat perhatian secara penuh dari para akademis. Transisi demokrasi itu sendiri masih dalam masa perdebatan. Seperti yang kita tau sejak berakhirnya Orde baru pada 1998 pemerintah sendiri mulai memasuki periode transisi demokrasi. Terkait hal tersebut secara teoritis dapat ditemukan dan ada sepuluh karakteristik utama dalam transisi indonesia.

Pertama

Adalah relasi antara negara dan juga masyarakat, tidak lagi bersifat satu arah, tetapi juga sekarang sudah bersifat dua arah. Walaupun dibukanya peluang sebagai bentuk partisipasi masyarakat cenderung belum sepenuhnya didasarkan pada sebuah itikad untuk memperkuat masyarakat sipil, tetapi, lebih pada kewajiban untuk memenuhi agenda reformasi.

Kedua

Relasi kepada negara dan juga masyarakat lebih berkarakterkan pada relasi antar elite, yaitu antara elite para penguasa dan juga antar elite masyarakat. Kondisi ini kemudian sekarang telah melahirkan praktik demokrasi yang elitis.

Ketiga

Reformasi politik lebih dititikberatkan kepada reformasi kelembagaan negara, namun masih minus penguatan kapasitas. Kondisi itu juga bertambah parah pada terjadinya praktik demokrasi prosedural.

Keempat

Telah adanya perluasan arena kebebasan sipil, namun juga minus kualitas. Realitas ini ditandai, juga dengan masih banyaknya ekspresi kebebasan sipil dengan berbagai cara-cara kekerasan, dan juga dengan adanya tindakan kekerasan, baik yang dilakukan oleh pihak negara maupun oleh masyarakat, dalam menyikapi suatu hal seperti ekspresi kebebasan.

Kelima

Pemilu yang berkarakterkan vote minus voice. Maksudnya adalah, pemilu secara rutin dilaksanakan sebagai salah satu ‘ritual politik’ untuk mendapat sebuah suara masyarakat guna untuk melegitimasi semua kekuasaan para elite. Namun, biasanya pasca pemilu, sangat mushkil memproduksi sebuah suara. Lebih buruk nya lagi adalah yang dihasilkan adalah political noise.

Keenam

Munculnya banyak oligarki partai politik. Kenyataan ini juga ditunjukkan, di antaranya seperti, adanya sentralisasi kekuasaan dalam tubuh suatu partai politik, dan proses pengambilan keputusan yang biasanya dimonopoli oleh segelintir oknum elite partai. Lalu, nantinya promosi posisi strategis tidak didasarkan kepada sitem merit, dan proses kaderisasi partai nyaris tidak berjalan.

Ketujuh

Maraknya di indonesia praktik politik transaksionis, yaitu dimana memperlakukan kekuasaan sebagai salah satu komoditas yang dapat diperjualbelikan. Fenomena ini umumnya sekarang terjadi hampir pada semua arena politik. Mulai dari sebuah praktik beli suara pada saat pemilu, sampai dengan adanya beli jabatan untuk beberapa posisi-posisi strategis pada lembaga internal di partai politik, maupun pada sebuah lembaga negara.

Kedelapan

Munculnya sebuah realitas dinasti politik, yakni dimana monopoli kekuasaan tersebut biasanya berdasarkan hubungan kekeluargaan atau pun kekerabatan. Tendensi biasanya terjadi, sangat erat dengan terkait dengan adanya praktik politik transaksional dan juga partai oligarki sebagaimana dikemukakan di atas.

Kesembilan

Maraknya praktik juga shadow state, yaitu hadirnya para aktor dari luar luar struktur formal pemerintahan. Namun, nantinya dapat mengendalikan dan juga mengontrol para aktor penyelenggara sistem pemerintah formal, baik dalam tingkat pemerintah maupun juga dalam pusat maupun daerah. Kecenderungan ini juga terjadi, juga dan tidak bisa terlepas dari adanya praktik sebuah politik transaksionis, utamanya pada sebuah pemilu

Kesepuluh

Hadirnya sebuah gerakan counter yang reform, yaitu suatu gerakan dimana reformasi yang sejatinya dapat membawa spirit antireformasi, namun malah dikemas dalam bungkus dan label pro reformasi. 

Gerakan ini juga relatif sulit untuk dideteksi pada umumnya, namun sangat membahayakan bagi masa depan sebuah demokrasi negara. 

Dampak Covid-19

Ujian dan juga bahaya hal seperti di atas dengan kondisi saat ini. Dengan merujuk kepada sepuluh karakteristik dalam transisi demokrasi di atas, maka sedikitnya sudah dapat diidentifikasi ada enam tantangan dari demokrasi di Indonesia terkait dengan adanya pandemi covid-19. Secara tidak langsung dengan adanya pandemi covid-19 ini secara tidak langsung telah menguji apakah prinsip-prinsip NKRI. Kita tahu bahwa sudah sejak 2004 indonesia sendiri menerapkan pilpres secara langsung, dan melaksanakan pilkada secara langsung. Jika kita melihat sekarang dimana kehadiran wabah covid-19 secara nyata membuat ujian sendiri bagi pemilu langsung tersebut.

Politisasi Covid-19

Bahaya politisasi covid-19 untuk sebuah pencitraan politik jelang pilpres 2020. Walaupun hal ini cenderung terkesan berlebihan namun sebagai upaya antisipasi layak untuk di pertimbangkan. Seperti yang kita tahu tujuan pilpres adalah mendapatkan kekuasan kontestasi mendapatkan kekuasaan. Dengan adanya musibah covid-19 untuk sebuah pencitraan politik sangat mungkin terjadi. Bahaya politisasi kebijakan pembatasan sosial distancing untuk dapat menekan hak dan menyampaikan aspirasi terbuka di ruang publik. Dimana kita tau skrg ini di larang warga atau masyarakat untuk berkumpul dalam ruang publik guna mencegah penularan covid-19. Dengan demikian hal tersebut dapat dipastikan selama periode pemberlakukan kebijakan pembatasan sosial tidak ada masyarakat yang dapat menyampaikan aspirasi di ruang publik. Bahaya politisasi program bantuan kepada terdampak covid untuk mobilisasi menjelang kontestasi pilkada serentak 2020. Kekhawatiran ini sebenarnya cukup beralasan, mengingat praktik politik yang dama penyelenggaraan sudah menjadi rahasia umum lagi. Oleh karena itu bila tidak ada pengawasan ketat dan juga tepat tidak kecil kemungkinan untuk cenderung hal yang sama pun akan berlaku kepada pelaksanaan program bantuan sosial covid.

Dengan artikel ini semoga nantinya publik bisa diharapkan untuk lebih sensitif dari pihak-pihak terkait untuk melakukan aksi atas konsep dan praktik demokrasi di tanah air sejauh ini. Dengan demikian dimana melalui pilpres,pileg dan juga pilkada nantinya tidak berhenti pada tingkat wacana tetapi juga terwujud pada aksi dan kenyataan. Semoga dengan adanya artikel ini masyarakat mulai paham tentang makna dan juga pentingnya sebuah demokrasi suatu negara. Terlebih kita sedang dihadapkan pada situasi seperti wabah covid seperti sekarang ini, jangan jadikan negeri ini semakin buruk dengan pemahaman-pemahaman demokrasi yang salah. Dan juga masyarakat diharapkan bisa ikut mengontrol dan berpartisipasi terhadap demokrasi yang sehat di negara indonesia ini. 

, ,

[Top]

Prinsip Benar Dalam Berdemokrasi Sesuai Pancasila 2

Posted on July 15, 2020  in Blogging

 

Masih mengenai cara berdemokrasi Pancasila yang baik memakai prinsip-prisnip yang di dasari oleh Pancasila ini. daripda berlama-lama, berikut ini bsia kalian simak lagi lanjutan yang ada pada Prinsip-Prinsip berdemokrasi Pancasila yang memang sudah di terapkan di Negara Indonesia ini.

Berdemokrasi Sesuai Pancasila

#2 Dilakukannya Dengan Cara Cerdas

Kecerdasan atau juga Intelegensi memang dipadnang sebagai suatu kemapuan yang bisa dimiliki oleh tiap manusia didalam emmahami dunia, berfikir secara rasional serta menggunakan adanya sumber-sumber pendukung yang dilakukan secara Efektif didalam menjalani hidup dan saat dihadapkan oleh berbagai halangan yang ada. Demokrasi Pancasila yang dilakukan dengan adanya kecerdasan ini memiliki arti bahwasannya segala proses penentuan kebijakan harus dilakukan secara bebas, dalam prinsipnya :

  • Kecerdasan ini bisa diartikan sebagai sautu kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk melakukan suatu tindakan yang memiliki tujuan dan juga cara berfikir rasional.
  • Kecerdasan ini juga kemampuan individual untuk memahami, melakukan berbagai Inovasi serta memberikan yang namanya solusi terhadap situasi dan juga kondisi yang dihadapinya.
  • Sebagai seorang manusia kita memang diberikan kecerdasan Intelektual “IQ”, emosional “EQ”, spiritual “SQ”, moral “MQ”, dan juga kecerdasan sosial. Tentu saja kecerdasan ini akan dimiliki oleh setiap orang dengan berbeda-beda.

#3 Berkedaulatan Terhadap Rakyat

Demokrasi ini dilakukan dengan cara berkedaulatan terhadap rakyat. Pernyataan ini membuktikan bahwa kekuasaan tertinggi ada di rakyat. Segala sesuatu kebijakan harus mendapatkan persetujuan dari rakyat yang dimana telah ditetapkan oleh pemerintahan adalah dari rakyat dan juga untuk rakyat. Setidaknya seperti inilah prinsipnya.

  • Untuk prinsip secara mendasar rakyatlah yang memiliki wewenang atas dasar keberlangsungan negaranya.
  • Untuk batasan-batasan tertentu, kedaulatan rakyat ini dipercayakan pada MPR, DPR , & DPRD.
  • Wakil-wakil rakyat ini setidaknya dapat mewakili suara rakyat Indonesia dalam tingkatan atas guna merancangkan serta menetapkan suatu kebijakan yang memihak masyarakat secara luas.

#4 Berdasarkan Pada Rule Of Law

Selanjutnya untuk demokrasi ini dilakukan oleh Rule Of Law yang dimana demokrasi ini mencakup pelaksanaan sebagai berikut :

  • Keberanian Dalam Hukum “ Legal Truth”

Dimana dalam hal ini memiliki makna bahwasannya kekuasaan pada NKRI ini setidaknya harus mengandung, melindungi dan juga mengembangkan kebenaran sesuai dengan hukum :

  • Pelaksanaan demokrasinya tidak dilaksanakan secara tidak serius atau terkesan dengan ugal-ugalan, bercanda dan terkesan adanya manipulatif.
  • Segala pelaksanaanya dan juga hasil dari produk demokrasi ini harus bisa dibuktikan kebenarannya di mata hukum.
  • Menurut UUD’45 kecerdasan melaksanakan demokrasi ini tidak dilakukan dengan kekuatan naluri, kekuatan pada otot atau juga kekuatan dengan masa.
  • Untuk pelaksanaanya harus dilakukan dengan tugas-tugas yang sesuai pemanfaatannya yang dimiliki langsung oleh manusia.

#5 Prinsip Pemisahan Kekuasaan Negara

Pelaksanaan Demokrasi ini menurut UUD’45 tidaklah hanya mengakui atas kekuasaan NKRI yang tidak terbatas secara hukum, tetapi juga pelaksanaanya demokrasi ini diperkuat dengan adanya pemisahan kekuasaan negara. Pemisahan ini secara langsung diserahkan kepada badan-badan negara yang ditunjukkan untuk bertanggung jawab sesuai dari bagiannya.

Demokrasi pancasila yang dilaksanakan mengikuti UUD’45 ini memanng mengenal pembagian serta pemisahan kekuasaan dan dilakukan melalui sitem pemisahan dengan prinsip-prinsip berikut :

  • Pemisahaan kekuasaan di negara ini dilakukan berdasarkan sistem pemerintahan Indonesia bukan tanpa adanya tujuan tertentu.
  • Pemisahan dari kekuasaan negara ini dilakukan guna untuk membagi kewenangan pada sistem pemerintahan agar nantinya tidak terjadi timpang tindih dan juga double job yang terjadi pada pemerintahan.
  • Pemisahan kekuasaan negara juga dilakukan agar pelaksanaan kekuasaan negara Indonesia ini dapat berlangsung dengan efektif dan juga secara efisien.

#6 Berdasarkan Pada HAM

Hubungan demokrasi dengan HAM dari adanya pelaksanaan demokrasi Pancasila ini memang terkait satu sama lain. Dimana untuk pelaksanaanya diakui dengan adanya HAM yang tujuannya sendiri tidak hanya untuk menghormati hak-hak yang ada, namun juga untuk meningkatkan harkat, martabat, serta derajat dari masyarakat Indonesia ini. pelaksanaanya sendiri didasari pelh prinsip berikut.

  • Demokrasi dengan pelaksanaan yang dilakukan secara cerdas akan mempertimbangkan adanya SWOT.
  • SWOT sendiri memiliki arti S yaitu Strengh, dimana dalam menyusun sautu kebijakan diperlukan kekuatan yang dimiliki oelh kebijakan tersebut.
  • SWOT sendiri memiliki arti W atau Weakness dengan penetapan kebijakannya juga harus dianalisis terlebih dahulu dalam aspek yang menyangkut pada kelemahannya.

[Top]

Demokrasi dari sudut pandang pendiri bangsa Indonesia

Posted on March 26, 2020  in demokrasi

Indonesia merupakan suatu Negeri yang memakai system Republik dan system rezim yang dipakai. Tetapi, mengerti kah kalian apa itu system kerakyatan yang terdapat di Indonesia? Ayo kita bahas keterangannya! Kerakyatan di Indonesia merupakan sesuatu cara asal usul serta politik kemajuan kerakyatan di bumi dengan cara biasa, sampai spesialnya di Indonesia, mulai dari penafsiran serta konsepsi kerakyatan bagi para figur serta founding fathers Kebebasan Indonesia, paling utama Soekarno, Mohammad Hatta, serta Soetan Sjahrir.

Tidak hanya itu pula cara ini melukiskan kemajuan kerakyatan di Indonesia, diawali dikala Kebebasan Indonesia, berdirinya Republik Indonesia Sindikat, kedatangan tahap kediktatoran Soekarno dalam Sistem Lama serta Soeharto dalam Sistem Terkini, sampai cara peneguhan kerakyatan sesudah Pembaruan 1998 sampai dikala ini. Penasaran dengan keterangan hal kerakyatan yang satu ini? Mau ketahui lebih lanjut? Ayo, lekas kita bahas serta janganlah kurang ingat buat menyimak postingan yang satu ini hingga berakhir betul!

 

Demokrasi dalam sudut pandang pendiri bangsa

Berikut demokrasi dalam sudut pandang pendiri bangsa Indonesia:

 

Demokrasi Bagi Soekarno

 

Dalam pemikiran Kepala negara Republik Indonesia yang awal, Soekarno, kerakyatan Indonesia merupakan kerakyatan yang lahir dari kemauan mengikhtiarkan kebebasan, itu maksudnya merupakan kerakyatan Indonesia bagi Soekarno meletakan embrionya pada perlawanan kepada kolonialisme serta penjajahan, perihal itu ditulis oleh Soekarno dalam bukunya, Indonesia Menggugat serta Di Dasar Bendera Revolusi, yang dengan cara akurat termotivasi oleh pergerakan kebebasan yang dicoba di beraneka bagian bumi, dari peperangan seseorang Muhammad, Yesus Kristus, William de Oranje, Mahatma Gandhi, Mustafa Kemal Attaturk, serta tokoh- tokoh kebebasan bangsa- bangsa di semua bumi.

Bagi Soekarno, kerakyatan merupakan sesuatu” rezim orang”. Lebih lanjut lagi, untuk Soekarno, kerakyatan merupakan sesuatu metode dalam membuat rezim yang membagikan hak pada rakayat buat turut dan dalam cara rezim. Tetapi, kerakyatan yang di idamkan serta dikonsepsikan oleh Soekarno tidak mau menjiplak kerakyatan modern yang lahir dari Revolusi Prancis, sebab bagi Soekarno, kerakyatan yang diperoleh oleh Revolusi Prancis, kerakyatan yang cuma profitabel kalangan borjuis serta jadi tempat tumbuhnya kapitalisme. Oleh sebab itu, setelah itu Soekarno mengkonsepsikan sendiri kerakyatan yang baginya sesuai buat Indonesia.

Lebih jelasnya, konsepsi Soekarno hal kerakyatan tertuang dalam rancangan pemikirannya, ialah marhaenisme. Marhaenisme yang ialah buah pikir Soekarno kala sedang berlatih bagaikan mahasiswa di Bandung. Marhaenisme pada hakekatnya kerap jadi pisau analisa sosial, politik, serta ekonomi di Indonesia. Marhaenisme itu terdiri dari 3 utama ataupun yang diucap bagaikan“ Trisila”, ialah:

# Sosio- nasionalisme, yang berarti patriotisme Indonesia yang di idamkan oleh Link Sbobet Soekarno merupakan patriotisme yang mempunyai karakter sosial dengan menaruh nilai- nilai manusiawi di dalam patriotisme itu sendiri, jadi bukan patriotisme yang chauvinis.

# Sosio- demokrasi, yang maksudnya kalau kerakyatan yang dikehendaki Soekarno merupakan bukan sekedar kerakyatan politik saja, namun pula kerakyatan ekonomi, serta kerakyatan yang pergi dari nilai- nilai kebajikan lokal adat Indonesia, ialah konferensi perundingan.

# Ketuhanan Yang Maha Satu, yang maksudnya kalau Soekarno membutuhkan tiap orang Indonesia merupakan orang yang membenarkan kehadiran Tuhan( theis), apapun agamanya.

 

Di antara ketiga sila itu, pandangan serta konsepsi Soekarno hal kerakyatan terdapat di sila kedua dalam Trisila Marhaenisme, ialah sosio- demokrasi. Sosio- demokrasi bagi Soekarno merupakan sesuatu sistem kerakyatan yang mengakar pada nilai- nilai kemasyarakatan.

Sosio- demokrasi yang di idamkan oleh Soekarno merupakan dikala kerakyatan itu sendiri melandasi nilai- nilainya pada semua warga, bukan cuma pada beberapa warga, dalam perihal ini Soekarno mempersoalkan kerakyatan Prancis serta kerakyatan Amerika Sindikat yang bagi Soekarno cuma memprioritaskan beberapa golongan orang saja, ialah golongan borjuis, ataupun sederhananya, Soekarno mau kerakyatan Indonesia bukan cuma kerakyatan politik, namun pula kerakyatan ekonomi.

Sedang dalam novel Di Dasar Bendera Revolusi, Soekarno setelah itu menjabarkan lebih jauh mengenai rancangan sosio- demokrasinya itu, ialah dengan mengkonsepsikan nilai- nilai kerakyatan politik serta pula kerakyatan ekonomi. Kerakyatan politik bagi Soekarno merupakan kerakyatan yang legal di Eropa pasca- Revolusi Prancis, ialah kerakyatan yang didalamnya merupakan sesuatu sistem kerakyatan keterwakilan dalam suatu badan parlemen,- Soekarno menyebutnya parlementaire democratie serta politieke democratie.

Soekarno memandang kalau nilai- nilai kerakyatan itu memanglah diaplikasikan dikala penentuan badan parlemen, tetapi untuk Soekarno kerakyatan politik Eropa itu cuma menyudahi hingga di parlemen saja, sementera dalam aspek ekonomi tidak terdapat nilai- nilai demokrasinya, yang menimbulkan banyaknya kemiskinan- dan buat kasus ekonomi itu Soekarno mempersalahkan kerakyatan politik yang malah mensupport bertumbuhnya kapitalisme.

 

Demokrasi Bagi Mohammad Hatta

 

Semacam Soekarno, Delegasi Kepala negara Awal Republik Indonesia, Mohammad Hatta pula ialah salah satu figur pergerakan yang jadi pengeritik penting kerakyatan bebas Barat. Kritik Hatta kepada kerakyatan Barat yang diartikan, tidaklah kerakyatan Barat dalam maksud politik, ialah kerakyatan dalam kehidupan politik, ataupun liberalisme dengan cara biasa. Dalam brosur yang bertajuk Ke Arah Indonesia Merdeka, Hatta mengemukakan bagaikan selanjutnya:

Kerakyatan Barat yang beralaskan pada liberalisme mempunyai bagian politik serta ekonomi, ialah kerakyatan politik serta sistem kapitalisme dalam ekonominya. Dengan cara khusus dalam pemikiran Hatta, sistem ekonomi kapitalis lahir terlebih dahulu( oleh kalangan kategori borjuis yang memahami parlemen di era itu) serta setelah itu kategori borjuis yang kapitalis mendirikan suatu sistem kerakyatan politik yang bermaksud buat menjamin keberlangsungan sistem kapitalisme itu sendiri. Hatta membenarkan kalau kerakyatan Barat memanglah menjamin independensi orang di aspek politik, hendak namun sebab kehidupan politik berhubungan dengan kehidupan ekonomi, sedangkan kehidupan ekonomi dalam kerakyatan Barat tidak memiliki independensi orang, hingga untuk Hatta kerakyatan politik dalam kerakyatan Barat jadi manipulatif, ialah“ memutar satu dasar yang bagus semacam independensi orang jadi perkakas pemangsa orang”

Kerakyatan politik di Barat– semacam apa yang dikemukakan oleh William Ebenstein serta Edwin Fogelman– bertumpu pada“ aksentuasi orang”[15] dalam kehidupan politik. Artinya, orang dengan seberinda hak- hak dasarnya ialah bagian penting dalam kehidupan politik. Negeri serta kelompok- kelompok lain diadakan sekedar buat melayani kebutuhan individu- individu ini. Hatta beranggapan, antusias individualisme Barat dalam politik wajib ditolak. Kebalikannya, Hatta membutuhkan suatu sistem kerakyatan yang bersumber pada kebersamaan serta kekeluargaan yang memantulkan adat- istiadat kehidupan bangsa Indonesia dengan cara turun menyusut.

Hatta menyangka individualisme bagaikan penyakit, alhasil individualism merupakan suatu yang wajib dijauhi, Hatta berikutnya berdialog mengenai kerakyatan yang lebih sempurna untuk Indonesia– semacam Soekarno– ialah kerakyatan di aspek politik serta ekonomi yang tidak memiliki mengerti individualisme. Hatta apalagi amat percaya, kerakyatan yang dibayangkannya itu hendak dapat terkabul sebab kesesuaiannya dengan adat- istiadat warga Indonesia, ialah kebersamaan serta kekeluargaan.

Watak demokratis warga asli Indonesia ini berasal dari antusias kebersamaan ataupun kolektivisme. Kolektivisme ini mewujud dalam tindakan silih bantu membantu, memikul royong, serta serupanya. Kolektivisme dalam warga asli Indonesia pula berarti pengumpulan ketetapan lewat konferensi buat menggapai perundingan. Ini nyata berlainan dengan kerutinan yang legal dalam sistem kerakyatan Barat yang egois.

Bagi Hatta, kebersamaan wajib berarti, kepemilikan bersama atas sesuatu perlengkapan penciptaan( tanah) tidak dapat dijalani dengan penjatahan, melainkan wajib diusahakan dengan cara bersama- sama pula. Dengan tutur lain, upaya perseorangan dengan dorongan orang lain yang menandai kebersamaan warga asli Indonesia era saat ini, wajib ditukar dengan kepunyaan bersama yang diusahakan dengan cara bersama- sama pula. Inilah yang diartikan oleh Hatta dengan collectivisme baroe, yang sepatutnya memberi warna kehidupan ekonomi Indonesia merdeka. Penafsiran inilah yang setelah itu menempel pada koperasi bagaikan bentuk kolektivisme terkini.

, ,

[Top]

Sebelum Berdemokrasi Kenali Dulu Sistemnya

Posted on February 25, 2020  in Blogging

Sejak negara Indonesia terlahir sebagai sautu negara kemerdekaan pada tanggal 17 Agustua’45, Indonesia sendiri sudah menetapkan untuk menganut paham demokrasi dalam ajaran di kehidupan dalam bernegara. Paham demokrasi ini memang dianut oleh Indonesia tidak hanya berlaku pada bidang sosial saja atau hukum, namun terhadap bidang politik. Dimana saat ini dikenalnya dengan sistem politik berdemokrasi.

Pada artikel ini, kita akan sedikit memberitahu mengenai sistem politik demokrasi sebelum kalian dengan benar melakukan pembukaan suara terhadap adanya suatu demokrasi.langsung saja kalian cek artikep selengkapnya di bawah ini.

Arti Dari Sistem Politik Demokrasi

Warga negara atau rakyat memiliki peranan dalam menyelenggarakan sistem politik di negara ini. peranan ini menyangkut atas pengembangan lembaga-lembaga politik yang formal baik beroperasi di daerah lokal maupun juga berlokasi di daerah pusat. Sistem demokrasi politik ini sendiri merupakan sistem yang memberikan perlakuan sama kepada semua anggota kelompoknya, baik ini mayoritas maupun minoritas, di dalam hak dan juga kemampuannya masing-masing mereka adil ikut serta dalam penyelenggaraan pemerintahannya.

Ciri-Ciri Terhadap Sistem Politik Demokrasi

Bahwasannya, pada setiap negara berdemokrasi pasti memiliki beberapa ciri yang wajib diketahui. Sehingga nantinya dunia politik ini terhindar dari para diktator yang menggunakan jabatannya hanya sebagai kekuatan kekuasaan dengan sekewenang-wenangannya. Salah seorang ahli yang memiliki nama Bingham Powel Jr mengatakan bahwasannya sistem Politik demokrasi ini memiliki 5 ciri yakni ;

  • Legitimasi pemerintahannya itu didasarkan pada peng-Klaiman bahwasannya pemerintah tersebut mewakili keinginan dari rakyatnya.
  • Pengaturan yang didasarkan pada pengorganisasian perundingan “ Bargaining” untuk memperoleh suatu Legitimasi yang dilaksanakan melalui pemilu yang kompetitif.
  • Sebagian dari orang dewaas ini dapat ikut serta atas proses pemilihan maupun sebagai calon untuk nantinya mendudukin jabatan yang penting dalam pemerintahan.
  • Penduduk atau rakyat atau warga nantinya bisa memilih tanpa adanya paksaan dan secara rahasia.
  • Masyarakat hingga pemimpin nantinya akan menikmati hak-hak dasar seperti halnya kebebasan berbicaha, berkumpul serta berorganisasi dalam kebebasan pers.

Dengan danya ciri inilah kita jadi mengerti bahwasannya sistem politik berdemokrasi harus terlaksana seimbang antara rakyat dengan wakil rakyatnya dengan sama-sama saling berpegang teguh pada prinsip utama dari berdemokrasi.

Prinsip-Prinsip Pada Sistem Politik Berdemokrasi

  • Memiliki perubahan didalam mekanisme politik yakni antara kehidupan politik pemerintah dan juga kehidupan politik bermasyarakat.
  • Memiliki pengawasan terhadap administrasi negara.
  • Peradilan atau hukum yang bebas tidak adanya yang memihak pada satu golongan saja nantinya.
  • Memiliki perlindungan atas hak-hak dasar manusia atau bisa disebut juga dengan HAM.
  • Peraturan atau juga kebijakan yang diberikan oleh pemerintah ini dibuat oleh suau badan perwakilan politik tanpa adanya paksaan maupun ancaman dari lembaga pemerintah lainnya.
  • Untuk pejabat pemerintah yang nantinya terpilih ditempatkan pada posisi dan departemen yang memang sesuai dengan kemampuannya.
  • Jika nantinya terjadi suatu pertikaian atau kericuhan dalam lembaga politiknya, maka akan dilakukan cara penyelesaian dengan cara dama bukan secara kompromi.
  • Diberikan jaminan terhadap kebebasan Indovidu namun, tetap adanya disertai dengan batasan-batasan tertentu seperti kebebasan pers.
  • Penerapan dan juga pelaksanaan UUD yang demokratis.
  • Persetujuan merupakan salah satu prinsip yang memang sangat penditng dalam sistem politik demokrasi ini khussunya si dalam menetapkan suatu keputusan yang menyangkut akan kepentingan umum.

Mekanisme Dalam Sistem Politik Demokrasi

Pastinya di dalam pelaksanaanya itu dibutuhkan mekanisme yang memiliki komponen-komponen yang memiliki pengaruh terhadap adanya suasana kehidupan berpolitik dari negara tersebut. untuk komponen yang terdapat didalamnya yakni :

  • Komponen Suprastruktur Politik “The Govermental Political Spere” yakni lembaga pemerintahan atau alat perlengkapan bagi negara.

 

  • Komponen Infrastruktur Politik “ The Social Political Spere “ yakni lembaga kemasyarakatan.

Keduanay ini sendiri memiliki peran sama dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan yakni didalam perumusan kebijakan pemerintahan serta didalam perumusan Undang-Undang. Serta untuk Infrastrukturnya ini sendiri merujuk terhadap lembaga kemasyarakatan yang berperan dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintah secara langsung yaitu dengan lembaga pengawasan pemerintah.

Demikianlah sedikit hal yang wajib kalian ketahui mengenai sistem politik berdemokrasi sebelum nantinya kalian sebagai rakyat langsung terjun menyuarakan diri dalam bentuk demokrasi yang salah bukan benar.

[Top]

Prinsip Benar Dalam Berdemokrasi Sesuai Pancasila 2

Posted on February 25, 2020  in Blogging

Masih mengenai cara berdemokrasi Pancasila yang baik memakai prinsip-prisnip yang di dasari oleh Pancasila ini. daripda berlama-lama, berikut ini bsia kalian simak lagi lanjutan yang ada pada Prinsip-Prinsip berdemokrasi Pancasila yang memang sudah di terapkan di Negara Indonesia ini.

#2 Dilakukannya Dengan Cara Cerdas

Kecerdasan atau juga Intelegensi memang dipadnang sebagai suatu kemapuan yang bisa dimiliki oleh tiap manusia didalam emmahami dunia, berfikir secara rasional serta menggunakan adanya sumber-sumber pendukung yang dilakukan secara Efektif didalam menjalani hidup dan saat dihadapkan oleh berbagai halangan yang ada. Demokrasi Pancasila yang dilakukan dengan adanya kecerdasan ini memiliki arti bahwasannya segala proses penentuan kebijakan harus dilakukan secara bebas, dalam prinsipnya :

  • Kecerdasan ini bisa diartikan sebagai sautu kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk melakukan suatu tindakan yang memiliki tujuan dan juga cara berfikir rasional.
  • Kecerdasan ini juga kemampuan individual untuk memahami, melakukan berbagai Inovasi serta memberikan yang namanya solusi terhadap situasi dan juga kondisi yang dihadapinya.
  • Sebagai seorang manusia kita memang diberikan kecerdasan Intelektual “IQ”, emosional “EQ”, spiritual “SQ”, moral “MQ”, dan juga kecerdasan sosial. Tentu saja kecerdasan ini akan dimiliki oleh setiap orang dengan berbeda-beda.

#3 Berkedaulatan Terhadap Rakyat

Demokrasi ini dilakukan dengan cara berkedaulatan terhadap rakyat. Pernyataan ini membuktikan bahwa kekuasaan tertinggi ada di rakyat. Segala sesuatu kebijakan harus mendapatkan persetujuan dari rakyat yang dimana telah ditetapkan oleh pemerintahan adalah dari rakyat dan juga untuk rakyat. Setidaknya seperti inilah prinsipnya.

  • Untuk prinsip secara mendasar rakyatlah yang memiliki wewenang atas dasar keberlangsungan negaranya.
  • Untuk batasan-batasan tertentu, kedaulatan rakyat ini dipercayakan pada MPR, DPR , & DPRD.
  • Wakil-wakil rakyat ini setidaknya dapat mewakili suara rakyat Indonesia dalam tingkatan atas guna merancangkan serta menetapkan suatu kebijakan yang memihak masyarakat secara luas.

#4 Berdasarkan Pada Rule Of Law

Selanjutnya untuk demokrasi ini dilakukan oleh Rule Of Law yang dimana demokrasi ini mencakup pelaksanaan sebagai berikut :

  • Keberanian Dalam Hukum “ Legal Truth”

Dimana dalam hal ini memiliki makna bahwasannya kekuasaan pada NKRI ini setidaknya harus mengandung, melindungi dan juga mengembangkan kebenaran sesuai dengan hukum :

  • Pelaksanaan demokrasinya tidak dilaksanakan secara tidak serius atau terkesan dengan ugal-ugalan, bercanda dan terkesan adanya manipulatif.
  • Segala pelaksanaanya dan juga hasil dari produk demokrasi ini harus bisa dibuktikan kebenarannya di mata hukum.
  • Menurut UUD’45 kecerdasan melaksanakan demokrasi ini tidak dilakukan dengan kekuatan naluri, kekuatan pada otot atau juga kekuatan dengan masa.
  • Untuk pelaksanaanya harus dilakukan dengan tugas-tugas yang sesuai pemanfaatannya yang dimiliki langsung oleh manusia.

#5 Prinsip Pemisahan Kekuasaan Negara

Pelaksanaan Demokrasi ini menurut UUD’45 tidaklah hanya mengakui atas kekuasaan NKRI yang tidak terbatas secara hukum, tetapi juga pelaksanaanya demokrasi ini diperkuat dengan adanya pemisahan kekuasaan negara. Pemisahan ini secara langsung diserahkan kepada badan-badan negara yang ditunjukkan untuk bertanggung jawab sesuai dari bagiannya.

Demokrasi pancasila yang dilaksanakan mengikuti UUD’45 ini memanng mengenal pembagian serta pemisahan kekuasaan dan dilakukan melalui sitem pemisahan dengan prinsip-prinsip berikut :

  • Pemisahaan kekuasaan di negara ini dilakukan berdasarkan sistem pemerintahan Indonesia bukan tanpa adanya tujuan tertentu.
  • Pemisahan dari kekuasaan negara ini dilakukan guna untuk membagi kewenangan pada sistem pemerintahan agar nantinya tidak terjadi timpang tindih dan juga double job yang terjadi pada pemerintahan.
  • Pemisahan kekuasaan negara juga dilakukan agar pelaksanaan kekuasaan negara Indonesia ini dapat berlangsung dengan efektif dan juga secara efisien.

#6 Berdasarkan Pada HAM

Hubungan demokrasi dengan HAM dari adanya pelaksanaan demokrasi Pancasila ini memang terkait satu sama lain. Dimana untuk pelaksanaanya diakui dengan adanya HAM yang tujuannya sendiri tidak hanya untuk menghormati hak-hak yang ada, namun juga untuk meningkatkan harkat, martabat, serta derajat dari masyarakat Indonesia ini. pelaksanaanya sendiri didasari pelh prinsip berikut.

  • Demokrasi dengan pelaksanaan yang dilakukan secara cerdas akan mempertimbangkan adanya SWOT.
  • SWOT sendiri memiliki arti S yaitu Strengh, dimana dalam menyusun sautu kebijakan diperlukan kekuatan yang dimiliki oelh kebijakan tersebut.
  • SWOT sendiri memiliki arti W atau Weakness dengan penetapan kebijakannya juga harus dianalisis terlebih dahulu dalam aspek yang menyangkut pada kelemahannya.

[Top]

Prinsip Benar Dalam Berdemokrasi Sesuai Pancasila 1

Posted on February 25, 2020  in Blogging

Kalian semuanya pasti tahu, bahwasannya dasar dari negara kita yakni UUD 1945 yang dilandasi dengan adanya Pancasila. Dimaan Pancasila ini langsung dirumuskan serta dibentuk oleh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau istilahnya adalah BPUPKI. Yang dimana langsung ditetapkan menjadi dasar dari NKRI. Kedudukan dari Pancasila ini memang sangat penting bagi keberlangsungan Bangsa Indonesia ini.

Pancasila adalah Ideologi Nasinalnya Indonesia, jadi wajar jika hal ini tidak dapat digantikan oleh apapun itu. Para pendahulu kita sebelumnya disebut dengan kata Founding Fsather yang diaman mereka ini telah menyusun serta menetapkan isi dari Pancasila sesuai dengan kondisi dan juga situasi bangsa Indonesia ini. dimana jika ditanya oleh orang luar apa yang mewakili bangsa Indonesia ini ? jawabannya hanya 1 yakni : Pancasila yang mewakili Bangsa Indonesia dengan memiliki tujuan nasional bangsa Indonesia itu sendiri.

Apa Itu Demokrasi Pancasila ?

Sebagtai salah satu negara yang memang berpegang teguh akan adanya Pancasila, pelaksaan demokrasi di indonesia ini juga harus bisa dilandaskan pada Pancasila. Maka dari itu, kalian harus bisa mengenal adanya Demokrasi Pancasila ini. untuk pengertiannya juga memiliki arti yang berbeda dari para ahli , namun maknanya akan tetap sama dengan tujuannya.

Berikut ini pengertian dari para ahli yang ada :

  • Ahli, Notonegoro

Dimana Demokrasi Pancasila ini didasarkan pada ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa dan juga berprikemanusiaan yang adil dan juga beradap yang bisa menyatukan Indonesia serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ini.

  • Ahli, Kansil

Sejarah dari Pancasila serta dari Demokrasi Pancasila ini dilaksanakan pada sistem pemerintahan Indonesia yang menjadi bentuk penerapan dari sila ke4 Pancasila. Dimana jika diartikan bahwasannya Demokrasi Pancasila ini didasari oleh Hikmat dan juga kebijaksanaan dalam permusyawaratan serta perwakilannya.

  • Menurut Ensiklopedia Indonesia

Paham ini adalah paham yang dianut oleh Indonesia yang didalmnya terdiri dari berbagai bidang yang ada yakni, Politik, Sosial dan juga Ekonomi. Demokrasi pancasila ini juga merupakan salah satu usaha yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di negeri ini. penyelesaian masalah Nasional ini dilakukan dengan permusyawaratan dan juga perwakilan guna mencapai suat kesepakatan atau suatu mufakat.

Prinsip Dasar Demokrasi Pancasila

NKRI memang menganut budaya berdemokrasi Pancasila. Dimana ini sudah menjadi salah satu kebudayaan berdemokrasi yang memang harus dilandasi oleh Pancasila sebagai salah satu dasar negara yang ada di Indonesia ini. Demokrasi pancasila ini emmang sudah sangat menjadi salah satu budaya bangsa yang harus dilaksanakan dengan menggunakan beberapa prinsip penting agar tidak salah dalam penerapan demokrasi Pancsila ini.

Prinsip ini memang digunakan sebagai salah satu acuan atau rel kalian dalam menentukan arah pelaksanaan demokrasi Pancasila dengan baik dan juga benar. Berikut ini adalah prinsip yang bisa kalian laksanakan sebaik mungkin.

#1 Prinsip Berdasarkan Pada Ketuhanan Yang Maha Esa

Mengenai adanya sistem politik Indonesia dan juga pelaksanaan terhadap Demokrasi Pancasila ini harus didasari oleh sila pertama. Indonesia memang mengakui adanya 6 agama yakni ; Islam, Katolik, Budha, Hindu, Kristen, dan juga Kong Hu Cu. Hal ini mengenai pelaksanaanya sudah diwakili dengan pelaksanaan sebagai berikut :

  • Demokrasi didasari Ketuhanan Yang Maha Esa yang berarti pelaksanaanya memang ahrus dilandasi akan adanya rasa takut terhadap Tuhan.
  • Penanaman dari rasa takut akan Tuhan bisa diharapkan menjadi suatu benteng pondasi yang kokoh agar nantinya pelaksanaan dari demokrasi ini terhindar dari perbuatan yang tercela.
  • Bagaimana juga, penerapan ini harus bisa didasarkan pada Pancasila yang menjadi dasar dari negara, terkhusu lagi pada sila pertama ini.

Setelah semuanya kalian lihat dan terapkan, barulah Indonesia ini didukung peranannya sebagai salah satu negara yang menganut paham  demokrasi. Dimana didalamnya ini diisi oleh berbagai macam bentuk-bentuk demokrasi yang merupakans alah satu Interpretasi usaha Indonesia untuk memenuhi yang namanya kebutuhan dalam bermasyarakat.

Selanjutnya akan kita bahas pada next Artikel yang kita buat ya guys. Jika kalian menginginkan kelanjutannya, langsung yuk cek artikel berikutnya, let’s go..

[Top]